tepat delapan bulan lewat tiga hari

Aku berhenti menghela namamu dalam nafasku.

Aku berhenti menitikkan air mata ketika menyebut namamu.

Aku berhenti meminta kamu untuk kembali.

Rindu itu masih akan ada di sini, anak kecilku.

Tapi di setiap rindu itu akan teriring doa.

Agar kamu bahagia di sana, di rainbow bridge.

Karena doa seorang ibu adalah doa paling tulus di muka bumi ini.

I wish by God you’d stay..

My heart is aching to dance with you.
You love music, so do I.

Remember how we used to dance in the middle of the night in my living room?
To any kind of song shuffling in my media player.

I used to hold you tight, feel how soft your skin, how warm your breath.
Then you would curl yourself on my chest, and I’d stroke your back.

Where did those nights go?

I miss you.

Your eyes.

Your nose.

Your smell.

Your ears.

Your little paws.

Your smile.

I even missed cleaning your poop.

I know rainbow bridge’s beautiful.
But I wish by God you’d stay..

I am accustomed to the anguish that is your absence (@einedame, 2014)

big preacher

P.S. di depan. Tulisan ini untuk menasehati diri sendiri kok. Syukur2 bisa jadi pengingat untuk teman2 yang baca. :)

Sejujurnya, gue paling sebal sama orang yang hobinya menasehati orang lain. Okay, mungkin perlu gue kasih contoh.

“Eh lo tahu gak sih, kalau makan itu harus pakai sendok sama garpu. Soalnya kalau pakai pisau garpu itu susah. Pakai tangan itu kotor, banyak kuman. Entar mati loh!” *dan sederet nasehat lainnya*

Yang parah sebenarnya bukan part menasehatinya, tapi kalau nasehat itu hanya berlaku buat orang lain. Munafik enough? Double standard? Yes.

Hmm apa ya, kodratnya manusia adalah ketika dikoreksi pasti ada penolakan atau denial. Bohong banget kalau gak terbersit sama sekali, kecuali emang sadar banget bikin kesalahan fatal. Tapi berapa persen sih kejadiannya dalam seumur hidup? Pasti banyakan kita dikoreksinya.

Maka dari itu, gue merasa bener banget omongan para orang tua jaman dulu. Jangan nyubit kalau gak mau dicubit. Sudah benar belum kita sebelum memberikan judgment buat orang lain? Sudah segitu hebatnya kah kita sampai bisa mengajari orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai standar kita?

Hey! Standar orang beda2 lho. Apa yang baik buat gue belum tentu baik buat teman gue, dan sebaliknya. Lakukan aja apa yang menurut kalian baik, selama itu gak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Tapi gak usah lantas jadi sok suci dan sok baik juga, mentang2 merasa punya ilmu, mengerti suatu hal, lalu merasa paling jago dan berhak menilai. Who are you? God Almighty?

Ah tapi di mana2 ngomong itu paling gampang ya. Coba disuruh menjalani sendiri, belum tentu sanggup. Nanti banyak lagi alasannya.

Jadi daripada buang2 energi untuk menasehati orang lain, lebih baik mengaplikasikannya dulu pada diri sendiri. Kalau memang baik lama2 orang akan tiru kok. Gak perlu buang tenaga adu nyolot sama orang yang beda pendapat juga. :)

P.S. Lucu juga lihat orang yang heboh jadi preacher lalu karena satu dan lain hal semua yang dia omongin berbalik 180 derajat ke dirinya sendiri. Ah, karma does exist. Tuhan tidak tidur dan tidak diam melihat orang2 ini..

Posted from WordPress for Android

#20randomfactsaboutme

Jadi di kancah Instagram lagi booming mainan beginian. Gue kena tag juga dan sudah di-post. Berhubung yang di IG adalah postingan baru bangun tidur, sepertinya akan lebih proper kalau gue bikin yang benerannya di mari.

Baca: I’m running out of ideas on what to write. Bwahahahahahaha

So, here we go!

..
.

1. I’m not a psychologist, I just have an M.Si degree. Meanwhile, psychologists have an M.Psi degree. Eike ambil terapan. Bedanya apa, gih googling sono.

2. I love seafood especially those I ate in Eastern Indonesia. Jadi waktu muterin Indonesia tahun lalu, aku diperkenalkan pada ikan cakalang bakar fresh from the sea tanpa dibumbuin langsung bakar. Mampus. Enak banget. Gak ngerti lagi aku. Terus sekarang jadi sombong kalau liat cakalang di supermarket di Jakarta. Awas kamu Andrina, dikutuk sama dewa supermarket baru tau rasa kamu :lol:

3. I LOATHE ikan lele. I pray for you to go to hell soon if you force me to eat ikan lele. Gue udah ngancem Mbee bakal minta putus kalau dia ngasih gue makan pakai lele. Kalau perlu masukin perjanjian pra-nikah. Tiap Mbee nyuruh gue makan lele, dia harus beliin gue perangkat dapur SubZero atau KitchenAid atau Bosch.

4. I love purple and red. Dan nurun ke Bravo dia juga sukanya merah, meanwhile Flossy sukanya ungu. Aww my sweet boys..

5. So far, I can only wear Adidas running shoes. Udah coba beberapa merk tapi gak nyaman di kaki atau ukurannya gak ada yang pas. Udah puas banget pakai Adidas ukuran 39 2/3 kaki senang dompet muram. Hahaha..

6. I love wearing high heels. I used to wear the 12 cm ones at work, tapi sekarang udah tobat yeee pakai yang 3-5 cm saja supaya bisa empet2an di kereta atau transjakarta. Ehehe.. Gak suka pakai wedges tapi buat kerja it’s acceptable. For kondangan nehi2 ya.

7. I love wearing sandal jepit above everything else. Gak suka pakai sandal manis2 atau selop gitu. Pilihannya adalah sepatu atau sandal jepit.

8. I used to have minus 1000 knowledge about make up. Sekarang bisa lah lumayan dengan trial and error serta Mbee senep liat gue bereksperimen dengan make up. Hahaha maaf sayang! Kalo aku cakep kan yang seneng kamu juga. Anyway, I read FemaleDaily extensively before buying any cosmetics.

9. I colored my hair earlier this year. It’s dark brown and I want to do it again but I’m still doing this job and I have to look professional with blazers and such and lighter hair will ruin the look plus it makes me look younger than I look. Ugh. When will people realize that I’m above 25 and not those kinyis2 baru lulus SMA girls? T.T

10. I don’t really do anything to my face to make it look younger than I should be. The key is, people, jangan males minum air putih sama jangan make-up full tiap hari! Sehari aku bisa minum 3-4 liter air tergantung sikon. The more I’m in an air conditioned room, the more water I consume. Oh and for daily use when I’m not working, moisturizers with anti aging and baby powder will do to me :)

11. Most of my teeth are milk teeth. Jangan tanya kenapa!! Urang teu ngartos. Lucunya, Bravo juga banyak giginya yang gak ganti ke gigi dewasa. Ah memang benar2 anak mommy sampai gigi aja harus samaan begini. Hihihi

12. I love watching The Blacklist (akang Dembe!!), Sleepy Hollow (aa’ Ichaaaaa~), and Reign. Tapi berhubung lagi pada libur aku nonton Indihe dulu as my guilty pleasure. Tolong itu yang jadi Krishna sama Mahadewa gantengnya pol. Rengkuh aku di dadamu, mas!

13. I’m a bit obsessive compulsive.

14. I hate porn. Bukan, bukan pencitraan. Tapi aku beneran mau muntah waktu dikasih liat film porno. Mending suruh liat ayam kawin deh.. hih.

15. I can’t drive an automatic transmission car. Kece kan ada perempuan mohon2 sama pacarnya supaya beli mobil yang manual aja biar bisa gantian nyetir. Hidup dengkul tremor! Hahaha

16. I hate being in taxis. I would get dizzy, have an urge to throw up, and I feel like dying. Kata Mbee aku gak bisa naik sedan murah. Duh gimana ya, aku dibawa pulang dari rumah sakit waktu baru lahir pakai sedan Ford sih.. *sombongnya kamu Andrina..*

17. I don’t really like rice. But I can’t resist pasta, noodle, and breads. Dan bisa menolak makan kalau pasta/mie-nya gak al dente. Aku picky eater menyebalkan pokoknya, untung Mbee sabar :’)

18. I love good gadgets and I’m willing to spend my money on them. Currently I’m using a Sony Xperia Ion, Samsung Galaxy Note 8.0, and HP notebook. Anyway, been a fan of Sony gadgets since I was a kid and it turns out my boyfriend is a Sony, too. Lol.

19. Having Bravo is the best thing ever happened in my life. Gak bisa dideskripsikan dengan kata2 karena akan gombal dan more than words pokoknya. Shortly, I love you abang Apohh..

20. Mbee, I love you even more. I love your shoulders, I love your back, and I love your heart. :)

.
..

That’s it, I’m done! :D

Posted from WordPress for Android

menghitung hari menuju TIGA!

Uhwow gak berasa bentar lagi udah 3 tahun aja pacaran sama Mbee. Pernah ada yang bilang lepas 1.5 tahun pacaran akan jadi ngebosenin, apalagi buat yang belum mulai gerak2 cantik mikirin nikah. Not hoping to jinx it, tapi so far sih ya gini2 aja gue sama Mbee. Berantem mah rajin, karena gue berprinsip kalo gak pernah berantem malah bahaya. Hahahaha.. Cuma makin ke sini tuh berantemnya makin gak puguh. Hal2 kecil yang gak penting justru jadi bahan buat berantem. Biasanya karena gue capek, Mbee capek, jadi cranky dua2nya. BOOM! Selamet aje ye.

Kemarin juga sempet ikut pre-marital class, bantuin temen yang lagi bikin tesis tentang pasangan yang udah pacaran serius dan/atau yang lagi nyiapin pernikahan. Kira2 ada 4-5 sesi dan seringnya gue sama Mbee malah cekikikan sendiri karena emang kite belom nyiapin kawinan brooooo. Hihihi.. Jadi emang lebih fokus ngebahas relationship-nya, yang mana menurut gue penting banget lho pasangan buat duduk bareng dan ngebahas hal2 serius tentang mereka berdua.

Kalau dari feedback cici psikolog yang kemarin bikin tesis, sebenarnya pola relationship gue sama Mbee terbilang baik. Dalam artian begini, apa yang gue pikirkan dan inginkan sama apa yang Mbee pikirkan dan inginkan kebanyakan sejalan. Tinggal penyesuaian dikit2 aja di sana-sini, tapi yang prinsip mah sama. Yang bahaya tuh ada partisipan doi yang bedaaaaaa banget gambaran idealnya tentang pernikahan. Jadi pas ikutan sesi tuh pada kaget lah kok pasangan gue ternyata begini begitu dan gak ngertiin gue. Bagus aja kagak berantem di ruangan konsultasi. Hihihihi..

Mikirin nikah sebenernya ada rencana ke sana. Apalagi setelah gue lulus S2 ya bok makin lah ini ditanya2 orang kapan mau nikah. Ahem, situ bayarin resepsi dan biaya hidupnya mau? Cuma gue kan bodo amat ya apa mau dikata lah emang belum siap gimana dong? Hihi.. Yaaaa kalau ditanya kapan juga dari 2 tahun lalu jawabnya tahun depan-tahun depan mulu. Mudah2an sih sekarang beneran tahun depan nikahnya. :D

Anyway, speaking about getting married kan kudu dipikirin ya tuh pengen akad di mana, resepsi di mana, konsepnya gimana, endesbre endesbre. Aih pusing cyin, rasanya pengen nenggak panadol 1 strip aja gue kalau ditanya2. Cuma kan gak boleh lari dari kenyataan ya.. *sok psikolog* Jadi mari kita mulai liat2 vendor yang kiranya sesuai budget.

Dan kegiatan itu akan dimulai……

um…….

kapan2 aja kalo sempet.

hihihihihihihihi kagak niat nikah banget sih! :lol:

lucky number seven.

September 7th 2014

Dear Bravo SummerWave,

It’s been two years since the day me and your papaw brought some biscuits just to get to know you. You totally stole our hearts since then with your big round eyes and crooked smiles. I can even remember you smelled like shit, yet I had no hesitation to touch you *still a bit afraid though*.

The past two years probably were the days I prayed so hard to my dear God up there. I prayed so you would be mine, so me and your papaw can give you a decent and even better life. And now I can see that you had almost everything you were lacking of in the first five years of your life. Not only you forget what does it feel to be hungry, you also have a car *an early birthday gift from Oma*, two sets of bowls, delicious treats, fresh beef bones anytime you want, and most importantly, a family who loves you dearly and a home. Yes baby, a home. A thing that was strange to you, but now has become a part of your life.

Dear Bravo,

Thank you for the life lessons you gave me and your papaw. You really are one precious dog who taught us to live and love more than we knew before. And because of your presence I know that I’m able to love someone much more than I love my own self. Well actually, we don’t know who had rescued whom, because it’s like me and your papaw has found a missing puzzle piece. You just fit in here, in our heart and our life.

My lovely boy, thank you for being here during the sunshine and the storm, laughing with us in each happy days and weep with us when the sadness seems unbearable. You might not born to be a guard dog, but you always take care of us in a way human beings can’t do. You never asked what’s wrong, all you do is telling us to smile and play, because that’s what we have to do in life, right? Moving on.

Dear Bravo,

Thank you for being the best friend mommy and papaw could ever have. Thank you for never asking how much money we have, what is our job, what are our academic achievements, etc. Thank you for accepting us the way we are and loving us probably more than we do to you. You are still *and will always be* the best thing ever happened in our life. No, not getting my Master’s Degree, not getting a job, probably not getting married.

Happy seventh birthday, Bravo SummerWave. I pray hard so you could just be yourself, your cheerful self. Because it’s your smile I’m longing for each and every minute of my day. Please don’t change a thing from yourself, because I knew I loved you the moment I saw you, and I fell in love with that big sloppy dog who trusted me from the first time we met. You’re still gonna be the most irritating pain-in-the-ass for me and your papaw, but believe me, life is suck without you. I even forget how I survived my life before you came into my life.

Once again, happy birthday Bravo SummerWave, Apohh, Abang, Bangapohh, Ahboy, Brapohh, Cebong, Anakecebong, Ucum, Cumcum, Ucumerwef, Cuprut, Kampret, Icikiwir. Live long and prosperous!

ailafyu bocah yang gak bisa telentang kalo gak dipegangin.. :*

ailafyu bocah yang gak bisa telentang kalo gak dipegangin.. :*

Lots of love,

Mommy.