about domestic violence

I’m not gonna ramble about this issue, karena kalau mau nulis serius tentang ini, tentunya perlu landasan teori yang layak biar gak malu2in. Pun gak mau menceritakan pengalaman pribadi juga sebagai korban domestic violence karena udah lewat. *cengar cengir*

Cuma mau share tulisan ini, tadi nemu pas lagi browsing2 dan langsung makjlebb bacanya. Gak tau siapa yang nulis karena yang gue temuin ini udah salinan kesekian.

While you SCREAM at your woman, there’s a man wishing he could talk softly to her ear. While you HUMILIATE, OFFEND and INSULT her, there’s a man flirting with her and remind her how wonderful she is. While you HURT your woman, there’s a man wishing he could make love to her. While you make your woman CRY, there’s a man stealing smiles from her.

Ini dari satu sudut pandang aja sih, tapi pada dasarnya siapapun anda, laki2 ataupun perempuan, please stop hurting your loved ones, your spouse, your girlfriend/boyfriend. One day you’ll be the one who lose them and regret everything. Oh well, kecuali udah segitu gak punya hatinya sih ya. Tapi itu mungkin udah masuk ke kategori gangguan jiwa. =))

Alhamdulillah, so far Mbee bukan tipe orang yang seperti itu. Semoga gak pernah berubah sampai kapanpun. :’)

Advertisements

TIVU – untukmu

tak usah kau menangisi diriku lagi
jangan kau mencampuri hidupku lagi
perjalanan panjang telah banyak kulalui
suka dan duka tak akan jadi kenangan

seandainya kau mau mengerti
akan cinta yang telah kuberi
cinta pun takkan berpaling lagi
karena diriku bukan untukmu

seandainya kau menyadarinya
bahwa kau bukan satu-satunya
yang bisa menemani diriku
habiskan masa-masa indahku

sesal datang di akhir hari
yang tak mungkin bisa dimaafkan
selamanya
selamanya..

seandainya kau mau mengerti
akan cinta yang telah kuberi
cinta pun takkan berpaling lagi
karena diriku bukan untukmu

seandainya kau menyadarinya
bahwa kau bukan satu-satunya
yang bisa menemani diriku
habiskan masa-masa indahku
selamanya..

Ih JLEBB! banget denger lagu ini pas kantor udah sepi. Antara pengen ketawa sampe akhirnya mewek karena kebawa emosi lagunya sama pengen nyolek seseorang gitu deh. Hahaha..

Sakit ya bu? *ketawa perih* *berusaha empati*

Sent from Achie’s black gemstone. ­čśë

pak warno

Gara2 notes dian di facebook tentang senyum dan sapa utk pegawai kampus *dosen, karyawan, satpam, org kantin, dsb*, gue jadi inget pak warno, penanggung jawab lab komputer di kantor.

Gue kenal pak warno baru sepanjang masa kontrak kerja gue. 6 bulan. Jarang ngobrol juga karena ruang kerja gue + teman2 dan ruang kerja beliau terpisah jarak yang lumayan butuh effort kalau mau ngobrol. Gak bisa sekali tengok langsung bisa ngobrol. Obrolan gue dan pak warno biasanya sih berkisar di pamit pulang, saling nyapa ketika pagi2 baru dateng, atau titip menitip lantai atas kantor ketika salah 1 pihak mau pergi. As simple as that.

Beberapa minggu lalu, gue terlibat percakapan dgn beliau ketika gue lg ngambil minum di ruangannya.

Pak Warno (PW): andrina, nanti sama teman2 lanjut kerja di sini lagi ndak semester depan?
Gue: waduh nggak tau pak. Belum ada omongan sama pak bos. Kenapa emangnya?
PW: ya kalau udah pada ndak di sini lagi kan bapak jadi sendirian lagi deh di atas..
Gue: *seketika terdiam*

Gue dan pak warno memang gak sesering itu berinteraksi. Gue dan teman2 jarang keluar dari ruangan juga jadi gak pernah segosip2 itu sama beliau. Tapi gak pernah nyangka aja dengan keberadaan kami + sapaan2 sederhana bisa bikin beliau gak merasa sendirian dan kehilangan ketika kami gak di situ lagi!

Pak warno emang ‘bukan siapa2’ di kantor. ‘Cuma’ penanggung jawab lab. Tapi siapa sangka sih dengan interaksi sederhana gue dan teman2 suka dapet tebengan dari rektorat kalau kebetulan ketemu beliau. Atau dapet makan siang gratis ketika ada pelatihan di lab. ­čśÇ

Jujur, gue gak pernah tau pak warno punya anak berapa, alamatnya di mana, umurnya berapa, istrinya berapa. #eh
Gue cuma tau beliau tinggal di depok, salah 1 anaknya keterima di UI tahun ini, anak bungsunya masih TK, dan beliau suka main badminton setiap senin sore di kampus. Gue dan pak warno gak se-saling mengenal itu. Tapi kepikiran juga sih gue akan kangen banget sama beliau ketika udah gak kerja di situ. Kangen suara kerincingan kuncinya ketika jam 4 sore, khususnya. Tanda gue dan teman2 diusir dari kantor. Hahaha..

Notes dian benar2 menyadarkan gue bahwa apresiasi sekecil apapun terhadap eksistensi seseorang bisa membangun hubungan timbal balik ke arah yang positif. Hey, mereka yang kadang ‘gak keliatan’ itu sama manusianya lho sama kita. Mereka juga bisa ngelawak, bisa sedih, bisa curhat juga kalo kepepet, bisa macem2, sama kayak kita! So, kenapa tidak memperlakukan mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan??

Dulu suka dibilangin sama nyokap gue, “jangan nyubit kalau gak mau dicubit”. We don’t know what lies ahead waiting for us. Siapa tau orang2 yang ‘gak keliatan’ dan kadang kita remehin malah jadi orang tempat kita menggantungkan nasib. Haha gue lebay banget deh. Tapi ya begitulah. Be nice and be kind to everyone. Udah gak jaman beda2in kasta kaleee.. ­čśÇ

P.S. Pak warnooooo, aku sama teman2 extend lho sampai semester depan! Bapak gak sendirian deh di lantai atas.. ­čÖé

Notes dian yang super inspiratif itu bisa dibaca di ┬╗ http://m.facebook.com/note.php?note_id=10150244257020796&refid=22&_rdr#10150244390505796

Sent from Achie’s black gemstone. ­čśë

from my current playlist.

Pernah kutawarkan isi hatiku
Tuk redakan setiap luka hatimu
Pernah kuungkap tuk milikimu
Kau membisu apakah itu jawabmu

Pernah kukira ini tentang cinta
Oh ternyata hanya sahabat setia
Pernah kau minta bunuh cintaku
Kau membisu takkan pernah jawabku

Reff:
Semua yang kurasakan tak mungkin dapat kuhapuskan
Walau kau bersamanya menjalinkan kisah nyata
Dan┬áterlukaÔÇŽ

Setiap tetes airmata
Selalu kau menangis di pelukku
Namun setiap saat kau bahagia
Selalu kau memilih bersamanya

Pernah terpikir tuk tinggalkanmu

(Club 80’s ~ Cinta dan Luka)

ini lagu udah lama. entah berapa tahun yang lalu. tapi gue masih suka sampai sekarang. ya walaupun kalau didengarkan di saat yang kurang tepat jadi hakJLEBB! gitu.. ­čśÇ

deuhh mbak rossa.. -___-“

ku menunggu, ku menunggu kau putus dengan kekasihmu
tak akan ku ganggu kau dengan kekasihmu
ku kan selalu di sini untuk menunggumu

cinta itu ku berharap kau kelak kan cintai aku
saat kau telah tak bersama kekasihmu
ku lakukan semua agar kau cintaiku

haruskah ku bilang cinta
hati senang namun bimbang
ada cemburu juga rindu
ku tetap menunggu

haruskah ku bilang cinta
hati senang namun bimbang
dan kau sudah ada yang punya
ku tetap menunggu

datang padaku, ku tahu kelak kau kan datang kepadaku
saat kau sadar betapa ku cintaimu
ku akan selalu setia tuk menunggumu

haruskah ku bilang cinta
hati senang namun bimbang
ada cemburu dan juga rindu
dan aku tetap menunggu

haruskah ku bilang cinta
hati senang namun bimbang
dan kau sudah ada yang punya
ku tetap menunggu

(aku tetap menunggu) ku tetap menunggu
(aku tetap menunggu) ku tetap menunggu
ku tetap menunggu

(Rossa ~ Ku Menunggu)

senengnya nyindir saya deh. azeggggh. hahaha..

she dedicated this to me.

Are You A Reason, Season, or a Lifetime?

People come into your life for a reason, a season or a lifetime. When you figure out which one it is, you will know what to do for each person.

When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed. They have come to assist you through a difficulty; to provide you with guidance and support; to aid you physically, emotionally or spiritually. They may seem like a godsend, and they are. They are there for the reason you need them to be.

Then, without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, this person will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up and force you to take a stand. What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled; their work is done. The prayer you sent up has been answered and now it is time to move on.

Some people come into your life for a SEASON, because your turn has come to share, grow or learn. They bring you an experience of peace or make you laugh. They may teach you something you have never done. They usually give you an unbelievable amount of joy. Believe it. It is real. But only for a season.

LIFETIME relationships teach you lifetime lessons; things you must build upon in order to have a solid emotional foundation. Your job is to accept the lesson, love the person, and put what you have learned to use in all other relationships and areas of your life. It is said that love is blind but friendship is clairvoyant.

– Author Unknown

PS. this writing makes me suddenly think about you..

A friend drops their plans when you’re in trouble, shares joy in your accomplishments, feels sad when you’re in pain. A friend encourages your dreams and offers advice–but when you don’t follow it, they still respect and love you.

— Doris Wild Helmering

shit. you’re damn right, girl. thanks a bunch, anyway.. :’)

(i copied this right from her blog without any modification)