I wish by God you’d stay..

My heart is aching to dance with you.
You love music, so do I.

Remember how we used to dance in the middle of the night in my living room?
To any kind of song shuffling in my media player.

I used to hold you tight, feel how soft your skin, how warm your breath.
Then you would curl yourself on my chest, and I’d stroke your back.

Where did those nights go?

I miss you.

Your eyes.

Your nose.

Your smell.

Your ears.

Your little paws.

Your smile.

I even missed cleaning your poop.

I know rainbow bridge’s beautiful.
But I wish by God you’d stay..

I am accustomed to the anguish that is your absence (@einedame, 2014)

In Loving Memoriam, Flossy BrentWood/Frosty WinterFall

Sejujurnya, gue nggak tau harus mulai menulis dari mana. I did try, dan selalu berakhir di tombol “discard draft”. Bukannya nggak mau nulis, tapi hati ini rasanya nggak sanggup. Terus sekarang udah sanggup? Well, nggak juga sih, tapi gue tau bahwa cepat atau lambat gue harus nulis tentang ini. Mungkin gue bisa mulai dengan ini:

Dearest family and friends,

We are sad to inform that our youngest family member Flossy has gone to the rainbow bridge this morning, February 23rd 2014 at 10 AM after 2 nights at the vet.

We apologize on behalf of his name, if during his short days on earth he might have done something that caused you guys upset or in trouble. Kindly remember him and his fighting spirit whenever you feel like giving up on yourself.

The mourning family,
Sony, Achie, Bravo

8 Desember 2013, gue dan Sony bawa pulang Frosty WinterFall, anak anjing belang tiga umur 2 bulanan dari shelter. Gak sabar pengen dia cepet2 gede supaya bisa main sama Bravo. Gak sabar pengen dia cepet2 gede supaya bisa diajak jalan: gue bawa Bravo karena kami berdua kalau jalan cepet banget, Sony bawa Frosty karena dia jalannya lambat. Bravo sih seneng banget, dan langsung keliatan dia sayang banget sama adiknya walaupun masih keliatan ada sedikit rasa iri karena dia bukan lagi anak satu2nya. :’)

Frosty WinterFall

Frosty WinterFall

20 Desember 2013, Frosty vaksin E4 bareng sama Bravo yang operasi angkat tumor di mata kanan. He was a very good boy, nggak nangis sama sekali waktu disuntik. Sepanjang jalan Jakarta-Bogor-Jakarta juga banyak tidur, pas bangun juga ceria banget. Nggak ada tanda2 sakit sama sekali. Dokter bilang vaksin diulang tanggal 20 Januari.

the cutest mongrel on earth

the cutest mongrel on earth

Beberapa hari setelah vaksin, mulai keliatan perutnya membesar. Abnormal. We all know that. Kebetulan tepat seminggu setelah vaksin memang harus balik ke dokter karena Bravo lepas jahitan, sekalian lah pikir kami. Sementara itu, kami sempat jalan2 ke kebun teh Gunung Mas di Puncak sama Maldi, Rara, dan Missy. Pulang dari sana, masih sempat ke shelter yang akhirnya Maldi dan Rara bawa pulang anak anjing lagi untuk di-foster tapi akhirnya diadopsi juga, Troy.

family portrait

family portrait

Di hari Sophie nggak ada, siangnya kami ke dokter. Diagnosisnya adalah pembengkakan liver dan perutnya isi cairan. Disuntik, dikasih resep juga untuk ditebus. Aduh, antibiotik. Gue bukannya mau sok2 jadi ibu2 RUM (Rational Use of Medicine, cmiiw), tapi ngilu lho ini anak anjing belum juga 3 bulan udah harus kena antibiotik. Tapi mau gimana lagi, demi kesembuhan dia juga kan. Dokter juga saranin untuk ganti namanya, kurang hoki katanya. Well, okay, we then changed the name into Flossy BrentWood.

isn't he lovely? :')

isn’t he lovely? :’)

Pelan tapi pasti perutnya mulai mengecil, kembali normal. Flossy mulai memanjang, mulai aktif, mulai pecicilan. Hati orang tua mana yang nggak senang? Sampai di akhir bulan Januari, Flossy diare. Awalnya gue dan Sony pikir oh masuk angin habis mandi. Dibawa ke dokter dekat rumah. Nggak mungkin dibawa ke Bogor cuma untuk periksa, kasihan anaknya capek di jalan. Dikasih obat untuk setiap habis diare. Seminggu, dua minggu, diarenya on-off. Dibawa ke dokter lagi, katanya infeksi bakteri. Dikasih antibiotik (lagi!!), I feel like shattered into pieces, aduh anak gue kena obat lagi, antibiotik lagi, kapan gedenya? Ditambah lagi, badannya tambah kurus, gak peduli sebanyak apapun makanan yang dia makan. Ke mana semua nutrisi yang kamu makan nak?

getting skinnier

getting skinnier

Gue dan Sony jadi sering berantem, we both got frustrated, nggak tahu harus gimana. Mau bawa ke dokter yang jauh gak tega sama anaknya di jalan. Mau beli makanan yang organik yang mahal itu mikir berkali2. Pertama, sayang uangnya sih, kedua iya kalau anak ini doyan. Dikasih makanan premium waktu itu aja dilepeh. Ya sudahlah makan ayam rebus aja ya nak. As a couple, gue dan Sony gak punya waktu untuk kami berdua. Stres? Iya banget. Hati ini tenang kalau Flossy makannya lahap, dan pas dia tidur di pelukan kami. I often cried at night, questioning why and what did I do wrong to him.

:(

😦

20 Februari 2014, Flossy sepagian gak diare, pup normal, dan makannya lahap. Sony dan gue pergi berdua, just to have a date. Udah lama nggak kencan, dimaafin ya, kalian yang udah jadi orang tua pasti ngerti perasaan kami. We long for being together just the two of us without the kids. Pulangnya, Flossy diare lagi. Semaleman diare dan muntah masing2 4 kali. Sony cried through the night, Bravo didn’t want to be close to his brother, dan gue baru dikasih tahu besok paginya.

21 Februari 2014, pagi2 Flossy dibawa ke dokter Nyomie. Tes parvo dan distemper, semua negatif. Cek tanda2 fisik, positif tick fever atau parasit darah. Sempat diare tapi udah kehitaman. Langsung transfusi (dan untungnya ada donor langsung cocok. Terima kasih banyak Olla), lalu infus. He was so weak, nggak bisa angkat kepala, hanya bisa ngelirik kalau dipanggil. My mom cried when she saw him.

Sorenya, gue dan Sony balik ke dokter untuk bawa Bravo tes, tadinya dokter nggak mau tes karena tanda2 fisik baik semua dan anaknya masih pecicilan gak bisa diem dan genit deketin Olla si beagle cantik. Ternyata tesnya positif jadi harus dapat obat, terus basmi semua kutu2 yang ada. Untungnya memang udah dibotakin karena jamur, jadi lumayan lah tempat kutunya ngumpet udah gak ada. Flossy sempat dibawa ke luar juga, dan udah bisa angkat kepalanya, udah bisa nyium bau wet food juga, mau makan walaupun disuapin sama dokter. Gue sempet bilang,

Baby, pulang yuk. Kamu gak bosen di sini sendirian? Pulang yuk main sama abang.. Remember I owe you a red hot Flexi leash just like abang’s?

Flossy looked at me in the eye, he nod once and smiled. But it was the strangest smile I’ve seen from him. Feeling gue nggak enak. But I don’t know why.

:(

😦

22 Februari 2014, nggak sempat jenguk Flossy karena gue kuliah sampai sore banget dan gue sama Sony juga kecapean karena kurang tidur. Niatnya jenguk hari minggu sore, pulang dari pergi.

23 Februari 2014, pagi2 gue udah males banget mau pergi, badan rasanya meriang dan bawaannya pengen jenguk Flossy. Tapi apa daya memang harus pergi. Sepanjang perjalanan gue gelisah banget. Di tengah jalan menuju lokasi kedua, kira2 jam 11, dokter Nyomie kirim BBM ke Sony.

Pagi ini RIP, tampaknya kerusakan organ udah terlalu berat.

Langsung putar balik ke tempat dokter, ambil jasad Flossy. Gue mau mandiin dia dan puas2in peluk cium dia sebelum harus say good bye untuk yang terakhir kalinya. Kata dokter, dia nggak ada sekitar jam 10an. Habis disuapin makan, dia tidur dan dokter naik ke lantai atas. Pas turun jam 11 udah nggak ada.

Sampai sana, jasadnya masih lemas, belum rigor mortis. Gue whatsapp-an sepanjang jalan sama Icha dan sempat telepon Maldi sama Rara, and they were speechless it was a damn short phone call. Setelah say thank you dan bayar vet bills, kami pulang ke rumah. Di jalan gue sibuk mikirin mau ngomong apa sama Bravo. I feel like a failed mom now that my kid just died like that.

Sampai rumah, Bravo lagi nungguin di sofa bed, dari jendela kelihatan mukanya cemas. Begitu liat gue masuk rumah, Bravo nyamperin dan excited cium2 pet carrier yang gue pakai untuk bawa Flossy. Dia lompat2, endus2, tapi bingung karena ada bau adiknya tapi nggak ada respon. Gue taruh pet carrier di lantai, gue keluarin jasad Flossy yang udah dibungkus koran sama dokter. Bravo endus2 lagi, lalu jasad Flossy didorong pakai hidungnya. Nggak ada respon. Then he tried again. And again. And again.

He stared at me questioningly, totally confused why his little brother is wrapped and cold and not moving. Dengan berat hati, gue bilang, “Bang, he’s gone”. Bravo nutup mata, shaking his head, dan dia nangis di pelukan gue. I can sense the anger, the sadness, all the mixed feelings battling inside him. I can do nothing but hug him hard and kiss him. Nggak tahu siapa yang berusaha menguatkan siapa. Both of us were destroyed that day.

Gue lalu mandiin Flossy, sengaja gue guyur hidungnya, I wanted him to cry, I wanted him to wake up and it’s all just a joke he’s playing at us. I stroke every inch of his body, making sure he’s in my memory forever. I didn’t cry, maybe I was too tired and too sad to cry. Bravo was there when I bathed Flossy, but he didn’t want to look at his brother. His mind is wandering away somewhere else. We exchanged look several times, he’s crying, but he tried to reassure me that everything’s going to be okay. Hah, like I can trust you with that face, boy. We are sad, all of us, don’t pretend to be okay.

I dried Flossy and was absorbed in the moment, karena ini terakhir kalinya gue bisa gendong2 dia, mandiin dia, keringin dia. Setelah kering dan nunggu Sony selesai gali lubang untuk ngubur, gue kirim berita duka via whatsapp, sms, dan Instagram. Respon yang datang sungguh di luar dugaan gue, banyak banget orang yang nyempetin untuk komentar dan balas whatsapp gue. Banyak banget orang yang patah hati dan sedih. Liat sayang, banyak banget orang yang sayang sama kamu nak. Banyak banget orang yang doain kamu, banyak banget yang ikut sedih karena kamu nggak ada. You are missed, baby.

he looks like he's sleeping :')

he looks like he’s sleeping :’)

Gue pakein Flossy baju yang baru gue jahit untuk dia tepat seminggu sebelumnya. He loved it and was so sad because it got wet by his pee. Anak ini ternyata suka warna ungu, kayak mommy-nya, and it broke my heart even more. Gue bungkus dia di selimutnya, dan minta Sony yang taruh di kuburannya, I’m not that strong. We put him in his sleeping position, karena memang dia keliatan kayak lagi tidur. Dan anehnya, ketika dia dikubur jam setengah 3 sore, badannya masih lemas. Sama sekali nggak ada rigor mortis. Hanya dingin. Not alive. This is not Flossy, this is not my baby. My baby is warm, my baby is smiling shyly, my baby is alive..

I cried for several days after that. I’ve experienced mixed feelings karena selain sedih banget kehilangan anak yang biasa nemenin gue begadang ngerjain tesis, gue lega dia udah nggak sakit lagi. But still, this is hard for me. Nggak kebayang suatu hari nanti gue harus ngerasain hal serupa ketika Bravo habis waktunya di bumi. 😦

Terima kasih banyak Flossy BrentWood, selama kurang lebih 2.5 bulan kamu di sini, kamu udah ngajarin mommy, papaw, dan abang Bravo banyak hal. Most importantly, you taught us to not giving up no matter how many times you’ve been judged by people out there. Kamu terus fight, meskipun akhirnya kamu sampai juga di batas perjuangan kamu. Tapi kamu akan selalu ada di hati orang2 yang kenal kamu sebagai anak yang nggak pernah menyerah. You’re such a stubborn yet sweet kid for all of us.

Thank you for letting us be your family in a very short time. You are missed. So much.

so long, baby.. :')

so long, baby.. :’)

And now, 2 weeks after you’re gone, your smell is fading away from the house. But I can still remember how your collar jingling when you shake your body, I can still see your wagging tail greeting me when I open the front door, I can still remember cuddling you in my arms, and whenever I sleep in the car, I can still feel you sleeping on my chest and my neck. You might have been gone to the rainbow bridge, but your memories remain here with us.

I have talked to Sony, dan kami memutuskan untuk sementara nggak mau punya puppy dulu, entah sampai kapan. Pastinya mau berusaha supaya Bravo sembuh dulu, yang mana obatnya perlu diminum selama 3 bulan kurang lebih untuk menghilangkan semua parasit yang ada di darahnya. Kemarin sempat ditawari adopsi lagi sama seseorang, we have met the dog, and the three of us love her so much, but no thanks. It takes time to heal our broken heart, dan kami mau ketika kami adopsi lagi, ya karena kami benar2 jatuh cinta sama anjingnya. I think the same goes with breaking up, you don’t go around seeking another boyfriend or girlfriend to replace the ex, right? Nanti jadinya gak sayang apa adanya dong dan malah berharap yang baru akan bisa seperti yang lama. Nope, Flossy cuma satu, dan gak akan bisa diganti sama siapapun.

So, now, here we are, just the three of us again, just like what we used to be. But this time, there’s an angel watching us from above. We love you, Flossy BrentWood/Frosty WinterFall. Always have, always do, always will.

rest in peace, Princess Sophie.

In the end, it’s not the years in our life that count. It’s the life in your years.

Abraham Lincoln

Mungkin buat orang lain, postingan gue ini akan berkesan cemen dan cengeng, tapi ini pengalaman pertama gue kehilangan sahabat berkaki empat, namanya Princess Sophie Ellis Bextor. Princess-nya gue yang nambahin, soalnya sepasang mata berwarna icy blue itu memang princess-like banget, sayang aja kelakuannya kurang beradab kalau tidur :’)

Panggilannya Ncop, Cocop, Princess Sophie, Siberian Princess. Dua panggilan terakhir gue yang mulai dan banyak yang ngikutin, mungkin baru ngeh kali ya anak ini beneran kayak princess penampakannya. Oh iya, kebetulan dia ini anjing ras, Siberian Husky. Kenapa gue bilang kebetulan? Soalnya kalaupun bukan anjing ras, selama ekspresi jahil dan kelakuannya begini, gue akan tetap sayang setengah mati sama anak ini.

Gue pertama ketemu Ncop awal September kemarin, waktu ngerayain ulang tahun Apohh di shelter. Masih kurus dia, bulunya baru mulai tumbuh. Baru 2 bulan di shelter setelah di-rescue dari ex-owner yang gesrek kelakuannya dan perawatan intensif di dokter hewan. Masih hati2 juga gue sama anak ini, namapun anjing berkasus kabeh, tiba2 digigit atau apa kan gak lucu. Pertamanya juga dia liat2an doang sama gue, gue senyum dia melengos tapi nengok2 lagi ke arah gue. Mulai gemes, kok jual mahal banget sih kamu neng?

Lama2 mulai deket, apalagi sejak bawa Apohh ke shelter. Ncop ini gatel banget sama Apohh, pasti deket2, dicium2in, diikutin ke mana aja, sampai Apohh lihat Daila the 3-legged golden retriever. Ncop pun patah hati sama anak gue, karena Apohh biar kata disodorin Ncop yang udah cakep dan kayak bule, tetep milih Daila yang humble dan kalem. Ncop ini cakep2 blangsak emang kelakuannya. Gak percaya? Nih liat posisi tidurnya gadis bule satu ini.

IMG_20131128_175909

Sejak deket sama Ncop, dia mulai howling. Pada tau Mishka gak, Husky yang terkenal di YouTube gara2 bisa ngomong? Nah, Ncop ini versi raw-nya karena howling-nya masih AWAWAWAWAWAWW~

Hobi Ncop yang gak akan pernah gue dan Mbee lupain adalah narik2 kaos yang lagi dipake. Kaos Mbee ada yang bolong kena gigit Ncop, kaos gue hampir bolong karena gue cukup sigap narik kaos gue. Mengakibatkan Ncop protes AWAWAWAWAW sambil nyureng. How I miss her howl and sulking face 😦

Sekali waktu, gue malem2 ke shelter dan pas gue lagi main sama Flossy *waktu itu belum dibawa pulang*, tiba2 pantat gue disundul dari belakang. Gue nengok, ada Ncop lagi nyengir. Dia lari ngejauh, lalu nengok ke arah gue. Gue deketin, dia lari dan naik ke atas dipan. Lalu ngangkang minta belly rub. Ncop nggak pernah ngangkang minta belly rub sama gue karena biasanya dia tiduran miring untuk di-belly rub, tapi waktu itu ada 10 menitan kami gelap2an berdua di halaman shelter. Gue gak berasa apa2 waktu itu, dan ini kejadiannya kira2 seminggu sebelum Ncop sakit.

isn't she beautiful? :')

isn’t she beautiful? :’)

Habis acara Adoption Day, Ncop mimisan. Gue mikir kecapean aja, karena pas acara dia udah 2 kali dibawa dog walk, pertama waktu gue nempelin papan rute sama Agri dan kedua sama Mbee pas dog walknya. Ncop was so mesmerized by the train she didn’t budge when I pulled her leash. As if she wanted to say “Hey buddy, what’s that? I never seen it at the shelter. I’d like to sit for a while please!” and I granted her wish. Gue ngebiarin dia nonton kereta di depan Fakultas Hukum sambil ngetawain anak ini, bule kok norak banget. :’)

Memang sih, habis dog walk pas gue lagi nyari minum dia dibawa lari2 keliling lokasi sama salah satu volunteer. Padahal gue udah bilang Ncop capek, jangan dibawa2 dulu biar dia istirahat, gue takut banget dia heat stroke. Ternyata gue gak didengerin..

when she arrived at the vet, together with Theo.

when she arrived at the vet, together with Theo.

Ncop terusnya dirawat inap di vet karena masih terus mimisan setelah rawat jalan. Ncop masuk ke vet bareng sama Theo yang baru direscue dan mau operasi angkat tumor. Gue masih belum khawatir, apalagi yang keliatan gawat malah Theo dan dicurigai butuh transfusi darah. Besokannya dikabarin ternyata Ncop yang butuh transfusi. Gue dan Mbee langsung nawarin Bravo untuk jadi donor. Pertimbangannya, dia sehat dan half-Husky, mudah2an cocok. Ternyata sampai klinik malah gak cocok darahnya dan Bravo yang dioperasi angkat tumor di kelopak mata. Gue sempet nengok Ncop. Lemes banget, she tried to howl but she can’t. But she looked excited when she saw me. Gue sempat pet2 Ncop dan ngobrol sebentar, gue bilang Ncop harus sembuh, semua kangen Ncop.

Minggu depannya, gue ulang tahun. When I blow the candles on my birthday cake, I wished for her health. Gue berdoa sepenuh hati supaya Ncop lekas pulang. Satu yang gue lupa, doa gue awalnya hanya Ncop lekas pulang, bukan lekas sehat. Malamnya, Ncop memang pulang ke shelter..

back at home

back at home

Gue seneng banget, Ncop pulang adalah hadiah ulang tahun paling indah yang pernah gue dapet. Gak sabar banget besok mau main ke shelter. Nyatanya, besok paginya, ketika gue lagi enak2 makan kue ulang tahun, Mbee whatsapp.

Ncop nggak ada.

Gue langsung diem. Speechless. Black forest rasanya jadi kayak racun. Lagi ngerjain tugas yang deadline hari itu langsung nggak fokus. Gak konsen mau ngapa2in. Buru2 nanya jam berapa Ncop dikubur, jam 10 pagi. Oke, disempetin ke sana sebelum bawa Bravo ke vet untuk lepas jaitan. Gue nangis sepagian, gak konsen sama sekali bahkan gue sampe sikat gigi dua kali saking gak fokusnya. Langsung ambil kain bali di lemari, mau selimutin Ncop pakai itu.

Gue ke teras, Bravo langsung nyamperin liat muka gue kacau. Gue terbata2 bilang, “Abang, yang kuat ya, Ncop udah nggak ada.” To my surprise, Bravo langsung melorot, dan pingsan. Baru sekali gue liat anjing pingsan. Kalau bukan karena Ncop, gue bakal ngetawain Bravo. Gue tepuk2 pipinya, dan dia nangis. Iya bang, mommy juga sedih banget. Gue bilang sama Bravo gue mau siap2 sebentar untuk ke shelter makamin Ncop.

Gak lama Mbee jemput, mampir pasar Cisalak beli mawar 3 batang, seadanya. Sejadinya. Yang penting ada bunga buat Ncop.

Sampai shelter, belum banyak orang. Oom Don lagi beli tanaman buat makam Ncop bareng Febi, kak Indah, sama mba Bebta. Gue masuk ke dalem, duduk di sebelah Ncop. Badannya udah kaku, rigor mortis. Dingin, kayak es batu. Ini bukan Sophie yang gue kenal. Sophie is warm, playful, and worse, Sophie is alive. I cried, and cried, and cried. I beg her to wake up, I need her to get up and laugh at me because it’s only a joke she played on us. Tears keep streaming down, and I can’t hold it. I kissed her, she smelled blood, and death.

like her usual self, princess-y stare

like her usual self, princess-y stare

Mbee sendiri gak mau ke dalem, gak kuat dia liat Ncop. Mungkin gue yang masochist, mungkin gue yang gila. I just want to be close to her before I have to bid goodbye to what’s left of her. Jam 10an, oom Don nyetel Santa Fe-nya Bon Jovi lewat speaker dan masuk ke ruangan, it’s time.

I cried harder. He told us to bid a real goodbye to Sophie. I kissed her. And say goodbye. And I told her to wait for me at the rainbow bridge. Say I already miss her, and I would trade some years of my life for her. I love you, Sophie, always have, always will.

last kiss for Sophie Ellis Bextor

last kiss for Sophie Ellis Bextor

Ketika oom Don naruh Ncop di tempat tidur terakhirnya, I can’t bear to see her. I can’t stand to see her body being buried. I can’t believe it’s a real goodbye. I am too in love to let her go. No way, Sophie, no way.. This can’t be real. Tell me I am dreaming. Please baby girl, tell me I am dreaming..

adieu, Sophie Ellis Bextor.. :'(

adieu, Sophie Ellis Bextor.. 😥

Gue milih kain bali itu tanpa mikir apa2, ternyata Mbee bilang ke gue setelah selesai ngubur bahwa Ncop pernah minta kain itu ketika gue bawa ke shelter. Kain sumber keributan gue sama Ncop karena gue sama dia saut2an gue bilang NOOOOO dan Sophie bilang AWAWAWAWAW protes. Kainnya sekarang punya kamu, Ncop. Forever yours.

would you know my name if I saw you in heaven?

would you know my name if I saw you in heaven?

So long, Sophie. Thank you for coming in to my life in a very short time. You are unforgettable, and forever will be missed. I love you, Sophie. Always have, always will. See you again at the rainbow bridge. Take care up there, we miss you so much down here. I love you, Sophie. I really do..

we love you, always have, always will :')

we love you, always have, always will :’)

P.S. I LOVE YOU

Some photos are courtesy of @doniherdaru

I’m (not) having another baby

Hikssss.. Brapohh gak jadi punya adeeeeek.. >.<

Gue sama Mbee emang rencana mau punya puppy. Ya berhubung gue ini hobinya menyingkir tiap kali ada pembicaraan tentang bayi manusia, even I refuse to hold Maishkash’s uber cute Leleanoy, gue kayaknya perlu melatih insting emak2 gue demi masa depan yg lebih baik. Hup!

Nah gue melihat satu2nya jalan untuk itu adalah dengan merawat makhluk hidup yang sama unyu dan bergantungnya kayak bayi orang. Apalagi kalo bukan uguk?? Mana mau sih Andrina unyu2in kucing. Hihh! Bencik akuhh.. The only cat I can tolerate is Cuplis. Mau dia nguwek2 gue juga bodo amat, semacam Brapohh versi kucing soalnya.

Kemaren Mbee sempet nunjukin ada anakan Kintamani. Oh actually I don’t even care whether it’s pure breed or not. I just want a dog that has that kind of ‘unyu’ and idiotic face. Ya kayak Brapohh lah biar bisa di-bully mommy. Hihihihihihihi..
Buat gue, nyari anjing gede yang ganteng itu gampang. Tapi nyari anjing gede yang bisa stay by your side, cheering you up when you’re down, trying to wipe your tears off your face and bisa diem ketika lo lagi nangis kejer sambil meluk dia, that’s my ideal dog. Ganteng itu bonus. Makanya gue jatuh cinta luar biasa sama Brapohh and his annoyingly faithful behavior. Aaaakkk jadi kangen kan sama piyikku satu ituhh.. *gue masih di Solo, btw*

Tetapi oh tetapi, tampaknya belum jatah Brapohh untuk punya adek bayi, karena rumah Mbee gak kondusif buat punya uguk dan gue GAK MAU ANJING GUE DITAROH DI LUARRRRR!! Kalo udah gede kayak Brapohh sih gue agak tenang ya, badan dia aja bisa nakutin maling. Lah kalo masih puppy?? Aduh nanti dicuyiiiiikk! Terus ditimpuk, terus diisengin, terus gue berpotensi masuk penjara gara2 nyaplok bocah2 yg nimpukin. -_-” *emak2 posesip detected*

Anywaaaay, gue sedihnya setengah mati. Sampe ngembeng air mata gue. Mungkin sama sedihnya kayak temen gue yg udah nikah lama tapi gak hamil2. Mungkin.. Gue gak berani compare perasaannya karena gue belom tau dan having a human baby is still far from my imagination. Tapi serius deh gue langsung mellow dan bad mood gini.. Mana lagi mens pula, selamet ya Mbee, untung kita lagi LDR. Kalo deket abis deh kamu aku mamam hidup2.

Mungkin orang bilang berlebihan sih ya, gak jadi punya anak anjing sedihnya kayak gitu. Tapi gimana, having dogs is one of my dreams. Bahkan kalo di-list itu ada di atas punya anak. Means I want to have dogs more than my own baby untuk sekarang ini. Gimana ya, antara kesel tapi sedih tapi lega karena hilang sudah kesempatan gue untuk mungkin menelantarkan anak bayi lucu itu. Belum jodoh ya Obiiiiii.. Semoga kamu mendapatkan mommy dan papa yang sayang banget sama kamu, dan semoga kamu bahagia sama mereka. :’)

Tapi gue sih curiga ini jampe2nya Brapohh biar dia gak punya adek dulu sih. Posesip abis lho anak ini sama emaknya. Ya sama sih gue jugak. Mwahahahahaha.. Tapi kocak deh, kemaren kan gue sempet pulang tuh 2 hari, anak ini pas liat gue langsung ndusel2, nempel2 gak mau ditinggal. Pas gue masuk, dia ribut gonggong2 minta gue keluar. Aduh cebongku sayaaaang mommy kangen banget sama kamu ><

Hhhh sudahlah, tampaknya memang harus fokus ngurusin Brapohh aja dulu. Nanti aja nak kalo mommy udah punya rumah sendiri, kamu mommy angkut. And we’re gonna make a happy family, with your four-legged sibling(s), and maybe your future human sibling(s??). Maybe.

That’s all for now.. Gotta catch up later.

RIP Coklat, the sweetest alpha female

Coklat is a female mongrel living in my campus. Some people called her Choco, Chocola, anything. I don’t know how old is she, but all I know she lives there since 2008.

Almost never bark, never chase people, never bite people, never lick or harm people. If Bravo is considered calm, Coklat is……. silent. At first, of course I feel afraid of her presence since she’s quite big for a mongrel. But hell, she’s sexy! Her body is slim even after giving birth to some puppies. And when the time comes, many, I repeat, MANY male mongrels simply come to Kanlam and yeah.. they.. try.. to f*ck her..

Bravo is forever my first love, but Coklat is my first crush. I remember on one Sunday I went to campus with my friends to prepare our comprehension exam and Coklat just stand there and really hungry. I quickly went to Alfamart and bought her the ready-to-eat sausage. Coklat refused at first, but she managed to eat because she’s too hungry. Once I gave her quail eggs and she chased it around Kanlam because I forgot to slice the eggs.. :’)

The last few months, Coklat always feel afraid when she saw me and Mbee. Because we love to chase her around Kanlam. Not to harm her, just to have some fun and enjoy her annoyed but afraid face. I know we’re annoying. :’D

Yesterday, Mbee told me that the security found her dead with bubbly foam around her mouth. I was shocked but since the mood was still happy, I didn’t feel anything. But when the night comes, and Opick started tweeting about her, I cried like a baby. Reading people’s tweets about her also heartbreaking. Each of us has our own memories of Coklat. And it broke our heart that she had to die this way. Even my mother who has never met Coklat also feels sad about this.. 😥 See Coklat, you are loved. So much.. 😥

Rest in peace, Coklat. You will be missed. Be happy now crossing the rainbow bridge. You’re no longer hungry, no longer in pain. Rest in peace, girl.. We miss you already. I miss you already.. 😥

nah kan. nah kan. mewek kan.

duhh. lagi down banget gue.. 😥

ada banyak banget hal di pikiran gue yang gak bisa dikeluarin. atau memang gue yang gak mau ngeluarin? tai lah ah.