tepat delapan bulan lewat tiga hari

Aku berhenti menghela namamu dalam nafasku.

Aku berhenti menitikkan air mata ketika menyebut namamu.

Aku berhenti meminta kamu untuk kembali.

Rindu itu masih akan ada di sini, anak kecilku.

Tapi di setiap rindu itu akan teriring doa.

Agar kamu bahagia di sana, di rainbow bridge.

Karena doa seorang ibu adalah doa paling tulus di muka bumi ini.

lucky number seven.

September 7th 2014

Dear Bravo SummerWave,

It’s been two years since the day me and your papaw brought some biscuits just to get to know you. You totally stole our hearts since then with your big round eyes and crooked smiles. I can even remember you smelled like shit, yet I had no hesitation to touch you *still a bit afraid though*.

The past two years probably were the days I prayed so hard to my dear God up there. I prayed so you would be mine, so me and your papaw can give you a decent and even better life. And now I can see that you had almost everything you were lacking of in the first five years of your life. Not only you forget what does it feel to be hungry, you also have a car *an early birthday gift from Oma*, two sets of bowls, delicious treats, fresh beef bones anytime you want, and most importantly, a family who loves you dearly and a home. Yes baby, a home. A thing that was strange to you, but now has become a part of your life.

Dear Bravo,

Thank you for the life lessons you gave me and your papaw. You really are one precious dog who taught us to live and love more than we knew before. And because of your presence I know that I’m able to love someone much more than I love my own self. Well actually, we don’t know who had rescued whom, because it’s like me and your papaw has found a missing puzzle piece. You just fit in here, in our heart and our life.

My lovely boy, thank you for being here during the sunshine and the storm, laughing with us in each happy days and weep with us when the sadness seems unbearable. You might not born to be a guard dog, but you always take care of us in a way human beings can’t do. You never asked what’s wrong, all you do is telling us to smile and play, because that’s what we have to do in life, right? Moving on.

Dear Bravo,

Thank you for being the best friend mommy and papaw could ever have. Thank you for never asking how much money we have, what is our job, what are our academic achievements, etc. Thank you for accepting us the way we are and loving us probably more than we do to you. You are still *and will always be* the best thing ever happened in our life. No, not getting my Master’s Degree, not getting a job, probably not getting married.

Happy seventh birthday, Bravo SummerWave. I pray hard so you could just be yourself, your cheerful self. Because it’s your smile I’m longing for each and every minute of my day. Please don’t change a thing from yourself, because I knew I loved you the moment I saw you, and I fell in love with that big sloppy dog who trusted me from the first time we met. You’re still gonna be the most irritating pain-in-the-ass for me and your papaw, but believe me, life is suck without you. I even forget how I survived my life before you came into my life.

Once again, happy birthday Bravo SummerWave, Apohh, Abang, Bangapohh, Ahboy, Brapohh, Cebong, Anakecebong, Ucum, Cumcum, Ucumerwef, Cuprut, Kampret, Icikiwir. Live long and prosperous!

ailafyu bocah yang gak bisa telentang kalo gak dipegangin.. :*

ailafyu bocah yang gak bisa telentang kalo gak dipegangin.. :*

Lots of love,

Mommy.

talking about separation

Kemarin, 23 Juni 2014, tepat 4 bulan Flossy meninggalkan dunia ini. Kalau ditanya masih sedih apa enggak, I can’t answer that. Kadang, gue merasa bahwa sekarang dia sudah lebih bahagia di alam sana. Tapi kadang ketika gue gak bisa tidur tengah malam atau bangun pagi2 dan laptop masih nyala, gue buka folder foto dia dan air matanya masih ngalir. I miss him yet a the same time I’m trying to understand that he’s happy.

Sebenarnya, patah hati karena diputusin pacar dan ditinggal sama ‘anak’ ya gak jauh beda. Tapi gue pribadi sih mending diputusin pacar, soalnya at least dia masih hidup, masih ada somewhere di dunia ini dan bahkan mungkin masih ada di 1 kota yang sama. Ditinggal mati? I have to say that the pain is unbearable. Terus, diputusin itu kita masih bisa stalking via internet, masih bisa tahu dia lagi sibuk apa, even kalo si mantan punya pacar baru (which surely would lead into another series of heartbroken). Lah gue mau stalking bagaimana? Should I knock on every door in this world asking if that’s the right door to rainbow bridge? Kan enggak mungkin. Hahaha..

*sigh*

Perpisahan memang gak pernah menjadi topik yang enak untuk dibicarakan. Bahkan perpisahan sementara macam LDR pun gak enak dibahas. Sedih, apalagi kalau terusnya kita ketemu sama orang yang kondisinya lebih baik misalnya gak perlu LDR. Ugh, bawaannya mah pengen nangis meraung2.

Sedihnya, perpisahan itu sesuatu yang gak bisa dihindari. Takdir, terutama ajal, kita gak pernah tau kapan datangnya. And I believe that people who can get over their sadness when they grieve adalah orang2 yang hebat. No, gue belum sampai ke tahap itu. Belum bisa 100% menerima. Masih ada rasa, harusnya gue bisa begini supaya Flossy bisa bertahan, harusnya waktu itu gue ajak Flossy ke sini, dsb. Nggak, nggak guna begitu2 mah. What’s done is done and you can’t undo God’s will.

Gimanapun juga, gue percaya bahwa gue lagi diajari, lagi ditempa untuk enggak lagi takut sama yang namanya perpisahan. Because separation will always be around us. Satu yang gue pelajari dari singkatnya waktu Flossy di dunia adalah jangan pernah take someone in your life for granted. Fokus kerja, fokus kuliah, itu perlu, tapi di akhir hari ketika kita pulang ke rumah, bukan kerjaan atau tugas yang akan bikin kita ketawa. I didn’t take my chance to give him happiness, and maybe that’s my biggest regret.

Gue percaya, di setiap perpisahan pasti ada pelajaran yang bisa dipetik, if only we want to sit and reflect on what we’ve done. Jadi buat kamu2 yang lagi sedih ditinggal orang yang kamu sayang, dimarahin ortu, dimusuhin sahabat, diselingkuhin pacar, digigit anjing kamu, dicakar kucing kamu, kindly take a moment to understand. Mungkin bukan ortu kamu yang resek, mungkin bukan pacar kamu yang brengsek, mungkin bukan sahabat kamu yang nyebelin, mungkin bukan anjing atau kucingnya yang jahat. Mungkin kamu yang belum bisa mengucap syukur atas keberadaan mereka.

Time is ticking, close this blog of mine after you do what I’m about to tell you. Call your loved ones or come to them and hug them hard. Tell them how much you love them. Tell them my tale, how I have to feel this burden because I didn’t take my time to tell my kid how much I love him. Tell them how much you feel blessed because of their presence near you. Tell them how your life is happier with their presence. Thank them for always being there and tell them you’re sorry if you have taken their presence for granted. Because you only live once, so do them. And maybe they are just a part of your world, but for them you are their world. 🙂

Have a good day with your loved ones..

P.S. Dear Flossy, I miss you. Aku merindu ditatap sendu..

the killing deadline and… LOVE

Halo! *ngos2an* Deadline tesis bentar lagi nih, walaupun tanggalnya nggak jelas juga karena ada beberapa versi, mulai dari versi fakultas yang resmi, ketua jurusan yang lumayan resmi, jurusan lain yang agak resmi, sama versi harapan diri sendiri dan kelompok. Muahahahahaha.. Ya maap ya, namanya juga usaha, siapa tau harapan jadi kenyataan. Mari berdoa! :p

Di tengah deadline yang menghantui ini, gue sempet menyaksikan peristiwa yang menurut gue agak menampar diri gue sebagai mahasiswi Psikologi, S2 pulak. Isunya apa lagi kalau bukan cinta2an.

Jadi tersebutlah sepasang teman gue, who have been dating since almost 2 years ago. Mereka udah tinggal bareng dan mengadopsi 2 anjing yang lucu2. Suatu hari mereka putus. Eh, nggak ding, suatu hari they had a very big fight, kebetulan besoknya itu salah satu dari mereka ada kerjaan di luar kota. Berangkatlah dia, tapi sekalian kabur. Dan nggak pulang2 lagi. Tanpa pernah ada kata putus.

Si yang ditinggalkan ini pokoknya living a miserable life karena nggak ada kejelasan, jadi masih berharap bahwa suatu hari the runaway lover akan kembali. Nggak salah sih, namanya juga digantungin, walaupun yang pergi ini ngerasanya ini adalah final decision and they are totally broken. Ya mana gue tau juga sih mana yang bener, kan gue tidak ada di sana ketika kejadian. Hihihi..

Couple of months later, a big thing happened. Eh, dari tadi gak dikasih nama samaran ya? Okelah, mari kita sebut yang pergi adalah Dudul dan yang ditinggalin adalah Dodol. Ketika hal itu terjadi, Dodol nelepon Dudul dan minta dia untuk dateng dan nemenin dia since the thing happened is related to both of them pre-breakup. Dudul gak mau karena ngerasa udah gak ada apa2 lagi di antara mereka. The drama begins, people..

Paragraf2 berikut akan berisi analisis gue yang sok kepsikologi2an ya. 😀

Dodol, yang ngerasa the relationship hasn’t over yet, berusaha supaya Dudul balik lagi sama dia. Karena Dudulnya bahkan gak mau ditemuin, Dodol melakukan beberapa hal nekat yang menurut gue pribadi menjurus ke arah kriminal. Tapi gue gak bisa menyalahkan dia 100%, Dodol was blind from love, the source of happiness and pain in everybody’s life. Dudul sendiri awalnya mati2an gak mau ketemu lagi sama Dodol, apalagi temenan. Gue rasa, yang ada di pikiran Dudul adalah pokoknya sekarang gue udah bahagia sama yang baru.

Gue paham sih apa yang dirasain Dudul, maybe Dudul has suffered enough from the relationship. Kesalahan Dudul cuma 1, gak secara gamblang menyatakan putus, this relationship is done, over, fin, tamat, khatam. Ini bikin Dodol jadi ngerasa digantungin dan menyimpan harapan bahwa one day Dudul will come back. Gak sehat untuk mereka berdua. Meskipun katakanlah penyebab putusnya mereka adalah Dodol, gak bisa juga Dudul kabur gitu aja alias flight kalau di psikologi, ceunah.

Sedih liatnya, tapi gue dan Mbee berusaha memediasi mereka berdua (ceritanya sih memanfaatkan ilmu yang dipelajari pas kuliah biar gak sia2 amat bayar SPP sekian semester. Hihi). Awalnya biasa lah yang keluar pasti emosi2 dulu. But after long hours of talking and meeting each other, gue bisa bilang bahwa sekarang masalahnya udah setengah terselesaikan. Dudul is doing quite fine, dan Dodol pelan2 memulai hidup yang baru tanpa Dudul. Happy ending? Not yet, but this is a new beginning for both of them.

Mbee sendiri bilang sama Dodol bahwa don’t make somebody the center of your happiness, because when s/he’s gone, there goes your happiness. Gue rasa dia rada2 curhat sih pas nasehatin Dodol. Hahahaha.. But Dodol got the point, dan setelah Dudul mulai ngebuka komunikasi dengan Dodol, both of them sounds more civilized now. I can see the tone of happiness from Dodol’s words ketika texting sama gue. Dudul pun lebih lega meskipun masih ada unfinished issues. Tapi Dudul belajar juga untuk overcome the fear and speak the unspoken words. They both learned something through the broken relationship. Mostly, they learned that LOVE, one they thought was a simple thing, could be something’s killing.

Jadi, para pembaca yang budiman dan budiwati, janganlah kau mencintai seseorang atau sesuatu terlalu dalam. Nanti kalau nggak ada bisa setres lho.. 😦

Note to self: jangan cinta2 amat sama tesis, nanti setres. Hihihihi

In Loving Memoriam, Flossy BrentWood/Frosty WinterFall

Sejujurnya, gue nggak tau harus mulai menulis dari mana. I did try, dan selalu berakhir di tombol “discard draft”. Bukannya nggak mau nulis, tapi hati ini rasanya nggak sanggup. Terus sekarang udah sanggup? Well, nggak juga sih, tapi gue tau bahwa cepat atau lambat gue harus nulis tentang ini. Mungkin gue bisa mulai dengan ini:

Dearest family and friends,

We are sad to inform that our youngest family member Flossy has gone to the rainbow bridge this morning, February 23rd 2014 at 10 AM after 2 nights at the vet.

We apologize on behalf of his name, if during his short days on earth he might have done something that caused you guys upset or in trouble. Kindly remember him and his fighting spirit whenever you feel like giving up on yourself.

The mourning family,
Sony, Achie, Bravo

8 Desember 2013, gue dan Sony bawa pulang Frosty WinterFall, anak anjing belang tiga umur 2 bulanan dari shelter. Gak sabar pengen dia cepet2 gede supaya bisa main sama Bravo. Gak sabar pengen dia cepet2 gede supaya bisa diajak jalan: gue bawa Bravo karena kami berdua kalau jalan cepet banget, Sony bawa Frosty karena dia jalannya lambat. Bravo sih seneng banget, dan langsung keliatan dia sayang banget sama adiknya walaupun masih keliatan ada sedikit rasa iri karena dia bukan lagi anak satu2nya. :’)

Frosty WinterFall

Frosty WinterFall

20 Desember 2013, Frosty vaksin E4 bareng sama Bravo yang operasi angkat tumor di mata kanan. He was a very good boy, nggak nangis sama sekali waktu disuntik. Sepanjang jalan Jakarta-Bogor-Jakarta juga banyak tidur, pas bangun juga ceria banget. Nggak ada tanda2 sakit sama sekali. Dokter bilang vaksin diulang tanggal 20 Januari.

the cutest mongrel on earth

the cutest mongrel on earth

Beberapa hari setelah vaksin, mulai keliatan perutnya membesar. Abnormal. We all know that. Kebetulan tepat seminggu setelah vaksin memang harus balik ke dokter karena Bravo lepas jahitan, sekalian lah pikir kami. Sementara itu, kami sempat jalan2 ke kebun teh Gunung Mas di Puncak sama Maldi, Rara, dan Missy. Pulang dari sana, masih sempat ke shelter yang akhirnya Maldi dan Rara bawa pulang anak anjing lagi untuk di-foster tapi akhirnya diadopsi juga, Troy.

family portrait

family portrait

Di hari Sophie nggak ada, siangnya kami ke dokter. Diagnosisnya adalah pembengkakan liver dan perutnya isi cairan. Disuntik, dikasih resep juga untuk ditebus. Aduh, antibiotik. Gue bukannya mau sok2 jadi ibu2 RUM (Rational Use of Medicine, cmiiw), tapi ngilu lho ini anak anjing belum juga 3 bulan udah harus kena antibiotik. Tapi mau gimana lagi, demi kesembuhan dia juga kan. Dokter juga saranin untuk ganti namanya, kurang hoki katanya. Well, okay, we then changed the name into Flossy BrentWood.

isn't he lovely? :')

isn’t he lovely? :’)

Pelan tapi pasti perutnya mulai mengecil, kembali normal. Flossy mulai memanjang, mulai aktif, mulai pecicilan. Hati orang tua mana yang nggak senang? Sampai di akhir bulan Januari, Flossy diare. Awalnya gue dan Sony pikir oh masuk angin habis mandi. Dibawa ke dokter dekat rumah. Nggak mungkin dibawa ke Bogor cuma untuk periksa, kasihan anaknya capek di jalan. Dikasih obat untuk setiap habis diare. Seminggu, dua minggu, diarenya on-off. Dibawa ke dokter lagi, katanya infeksi bakteri. Dikasih antibiotik (lagi!!), I feel like shattered into pieces, aduh anak gue kena obat lagi, antibiotik lagi, kapan gedenya? Ditambah lagi, badannya tambah kurus, gak peduli sebanyak apapun makanan yang dia makan. Ke mana semua nutrisi yang kamu makan nak?

getting skinnier

getting skinnier

Gue dan Sony jadi sering berantem, we both got frustrated, nggak tahu harus gimana. Mau bawa ke dokter yang jauh gak tega sama anaknya di jalan. Mau beli makanan yang organik yang mahal itu mikir berkali2. Pertama, sayang uangnya sih, kedua iya kalau anak ini doyan. Dikasih makanan premium waktu itu aja dilepeh. Ya sudahlah makan ayam rebus aja ya nak. As a couple, gue dan Sony gak punya waktu untuk kami berdua. Stres? Iya banget. Hati ini tenang kalau Flossy makannya lahap, dan pas dia tidur di pelukan kami. I often cried at night, questioning why and what did I do wrong to him.

:(

😦

20 Februari 2014, Flossy sepagian gak diare, pup normal, dan makannya lahap. Sony dan gue pergi berdua, just to have a date. Udah lama nggak kencan, dimaafin ya, kalian yang udah jadi orang tua pasti ngerti perasaan kami. We long for being together just the two of us without the kids. Pulangnya, Flossy diare lagi. Semaleman diare dan muntah masing2 4 kali. Sony cried through the night, Bravo didn’t want to be close to his brother, dan gue baru dikasih tahu besok paginya.

21 Februari 2014, pagi2 Flossy dibawa ke dokter Nyomie. Tes parvo dan distemper, semua negatif. Cek tanda2 fisik, positif tick fever atau parasit darah. Sempat diare tapi udah kehitaman. Langsung transfusi (dan untungnya ada donor langsung cocok. Terima kasih banyak Olla), lalu infus. He was so weak, nggak bisa angkat kepala, hanya bisa ngelirik kalau dipanggil. My mom cried when she saw him.

Sorenya, gue dan Sony balik ke dokter untuk bawa Bravo tes, tadinya dokter nggak mau tes karena tanda2 fisik baik semua dan anaknya masih pecicilan gak bisa diem dan genit deketin Olla si beagle cantik. Ternyata tesnya positif jadi harus dapat obat, terus basmi semua kutu2 yang ada. Untungnya memang udah dibotakin karena jamur, jadi lumayan lah tempat kutunya ngumpet udah gak ada. Flossy sempat dibawa ke luar juga, dan udah bisa angkat kepalanya, udah bisa nyium bau wet food juga, mau makan walaupun disuapin sama dokter. Gue sempet bilang,

Baby, pulang yuk. Kamu gak bosen di sini sendirian? Pulang yuk main sama abang.. Remember I owe you a red hot Flexi leash just like abang’s?

Flossy looked at me in the eye, he nod once and smiled. But it was the strangest smile I’ve seen from him. Feeling gue nggak enak. But I don’t know why.

:(

😦

22 Februari 2014, nggak sempat jenguk Flossy karena gue kuliah sampai sore banget dan gue sama Sony juga kecapean karena kurang tidur. Niatnya jenguk hari minggu sore, pulang dari pergi.

23 Februari 2014, pagi2 gue udah males banget mau pergi, badan rasanya meriang dan bawaannya pengen jenguk Flossy. Tapi apa daya memang harus pergi. Sepanjang perjalanan gue gelisah banget. Di tengah jalan menuju lokasi kedua, kira2 jam 11, dokter Nyomie kirim BBM ke Sony.

Pagi ini RIP, tampaknya kerusakan organ udah terlalu berat.

Langsung putar balik ke tempat dokter, ambil jasad Flossy. Gue mau mandiin dia dan puas2in peluk cium dia sebelum harus say good bye untuk yang terakhir kalinya. Kata dokter, dia nggak ada sekitar jam 10an. Habis disuapin makan, dia tidur dan dokter naik ke lantai atas. Pas turun jam 11 udah nggak ada.

Sampai sana, jasadnya masih lemas, belum rigor mortis. Gue whatsapp-an sepanjang jalan sama Icha dan sempat telepon Maldi sama Rara, and they were speechless it was a damn short phone call. Setelah say thank you dan bayar vet bills, kami pulang ke rumah. Di jalan gue sibuk mikirin mau ngomong apa sama Bravo. I feel like a failed mom now that my kid just died like that.

Sampai rumah, Bravo lagi nungguin di sofa bed, dari jendela kelihatan mukanya cemas. Begitu liat gue masuk rumah, Bravo nyamperin dan excited cium2 pet carrier yang gue pakai untuk bawa Flossy. Dia lompat2, endus2, tapi bingung karena ada bau adiknya tapi nggak ada respon. Gue taruh pet carrier di lantai, gue keluarin jasad Flossy yang udah dibungkus koran sama dokter. Bravo endus2 lagi, lalu jasad Flossy didorong pakai hidungnya. Nggak ada respon. Then he tried again. And again. And again.

He stared at me questioningly, totally confused why his little brother is wrapped and cold and not moving. Dengan berat hati, gue bilang, “Bang, he’s gone”. Bravo nutup mata, shaking his head, dan dia nangis di pelukan gue. I can sense the anger, the sadness, all the mixed feelings battling inside him. I can do nothing but hug him hard and kiss him. Nggak tahu siapa yang berusaha menguatkan siapa. Both of us were destroyed that day.

Gue lalu mandiin Flossy, sengaja gue guyur hidungnya, I wanted him to cry, I wanted him to wake up and it’s all just a joke he’s playing at us. I stroke every inch of his body, making sure he’s in my memory forever. I didn’t cry, maybe I was too tired and too sad to cry. Bravo was there when I bathed Flossy, but he didn’t want to look at his brother. His mind is wandering away somewhere else. We exchanged look several times, he’s crying, but he tried to reassure me that everything’s going to be okay. Hah, like I can trust you with that face, boy. We are sad, all of us, don’t pretend to be okay.

I dried Flossy and was absorbed in the moment, karena ini terakhir kalinya gue bisa gendong2 dia, mandiin dia, keringin dia. Setelah kering dan nunggu Sony selesai gali lubang untuk ngubur, gue kirim berita duka via whatsapp, sms, dan Instagram. Respon yang datang sungguh di luar dugaan gue, banyak banget orang yang nyempetin untuk komentar dan balas whatsapp gue. Banyak banget orang yang patah hati dan sedih. Liat sayang, banyak banget orang yang sayang sama kamu nak. Banyak banget orang yang doain kamu, banyak banget yang ikut sedih karena kamu nggak ada. You are missed, baby.

he looks like he's sleeping :')

he looks like he’s sleeping :’)

Gue pakein Flossy baju yang baru gue jahit untuk dia tepat seminggu sebelumnya. He loved it and was so sad because it got wet by his pee. Anak ini ternyata suka warna ungu, kayak mommy-nya, and it broke my heart even more. Gue bungkus dia di selimutnya, dan minta Sony yang taruh di kuburannya, I’m not that strong. We put him in his sleeping position, karena memang dia keliatan kayak lagi tidur. Dan anehnya, ketika dia dikubur jam setengah 3 sore, badannya masih lemas. Sama sekali nggak ada rigor mortis. Hanya dingin. Not alive. This is not Flossy, this is not my baby. My baby is warm, my baby is smiling shyly, my baby is alive..

I cried for several days after that. I’ve experienced mixed feelings karena selain sedih banget kehilangan anak yang biasa nemenin gue begadang ngerjain tesis, gue lega dia udah nggak sakit lagi. But still, this is hard for me. Nggak kebayang suatu hari nanti gue harus ngerasain hal serupa ketika Bravo habis waktunya di bumi. 😦

Terima kasih banyak Flossy BrentWood, selama kurang lebih 2.5 bulan kamu di sini, kamu udah ngajarin mommy, papaw, dan abang Bravo banyak hal. Most importantly, you taught us to not giving up no matter how many times you’ve been judged by people out there. Kamu terus fight, meskipun akhirnya kamu sampai juga di batas perjuangan kamu. Tapi kamu akan selalu ada di hati orang2 yang kenal kamu sebagai anak yang nggak pernah menyerah. You’re such a stubborn yet sweet kid for all of us.

Thank you for letting us be your family in a very short time. You are missed. So much.

so long, baby.. :')

so long, baby.. :’)

And now, 2 weeks after you’re gone, your smell is fading away from the house. But I can still remember how your collar jingling when you shake your body, I can still see your wagging tail greeting me when I open the front door, I can still remember cuddling you in my arms, and whenever I sleep in the car, I can still feel you sleeping on my chest and my neck. You might have been gone to the rainbow bridge, but your memories remain here with us.

I have talked to Sony, dan kami memutuskan untuk sementara nggak mau punya puppy dulu, entah sampai kapan. Pastinya mau berusaha supaya Bravo sembuh dulu, yang mana obatnya perlu diminum selama 3 bulan kurang lebih untuk menghilangkan semua parasit yang ada di darahnya. Kemarin sempat ditawari adopsi lagi sama seseorang, we have met the dog, and the three of us love her so much, but no thanks. It takes time to heal our broken heart, dan kami mau ketika kami adopsi lagi, ya karena kami benar2 jatuh cinta sama anjingnya. I think the same goes with breaking up, you don’t go around seeking another boyfriend or girlfriend to replace the ex, right? Nanti jadinya gak sayang apa adanya dong dan malah berharap yang baru akan bisa seperti yang lama. Nope, Flossy cuma satu, dan gak akan bisa diganti sama siapapun.

So, now, here we are, just the three of us again, just like what we used to be. But this time, there’s an angel watching us from above. We love you, Flossy BrentWood/Frosty WinterFall. Always have, always do, always will.

pa(w)renting competition

Beberapa hari yang lalu, gue mampir ke sebuah forum yang punya thread tentang pets, khususnya anjing. For those who doesn’t know, Apohh adalah anjing pertama gue, jadi gue banyak trial and error dalam ngerawat dia. Ya mungkin beda tipis lah sama emak2 lain yang anaknya baru satu, jadi masih banyakan bingungnya daripada ngertinya.

Di thread dalam forum itu, ternyata isinya gak jauh beda dari forum emak2 yang ngedebatin masalah asi vs sufor, vaginal birth vs sectio, dsb. Sama, di forum juga ngebahas hal serupa, kayak makanan apa yang paling bagus, how you treat your dogs, etc.

Owner garis keras pasti ngelarang anjingnya makan human food karena asin, manis, dsb. Belum lagi kontroversi dog food ‘murah’ yang ada di pasaran tapi bikinnya dari jeroan dan bulu segala macem. So they feed their dogs dengan makanan yang sekantongnya hampir 1 juta rupiah. Supaya bulu glowing dan gak gampang rontok katanya.

Gue yang awalnya seneng ada forum itu lalu jadi bete. Apaan sih ini emak2, gak bisa apa gak berkompetisi masalah anak? Kemaren yg kaki 2, sekarang yg kaki 4. Buset. Gak capek ya living a virtual competition?

As for me, gue menganggap diri gue sendiri the best mommy for Apohh. Bukan, bukan karena gue beliin dia makanan 1 juta rupiah sekantong. Tapi karena gue membiarkan diri gue dan Mbee ngerawat Apohh dengan cara kami sendiri. Makanan Apohh gue beli merk Best in Show, why? 1. Anaknya doyan, 2. Harganya terjangkau kantong emak bapaknya, 3. Bulu Apohh always glowing dan always rontok karena Siberian Husky mana yang gak pernah rontok bulunya?? Plus, Golden Retrievernya bikin bulu rontok gak pake musim, walaupun tetep ada musim shedding besar.

Gue selalu tanya tentang Apohh ke okter hewan atau ke kenalan2 gue yang udah lebih dulu punya anjing dan memperlakukan anjingnya sebagai anggota keluarga. Those who doesn’t feed a million rupiah dog food to their dogs, yet their dogs are healthy and alive!

Saran orang2 yang berkaitan dengan kesehatan dan kelangsungan hidup Apohh selalu gue dengar dan pertimbangkan. Tapi jujur ya, interaksi beberapa hari di thread itu bikin gue capek. Capek hati. Come on, mommies, stop fighting and making rules for eveyone! Gue sih terserah ya kalo pada mau ngasih makan anjignya raw food kek, dry food harga 5 juta sekantong kek, grooming di salon tiap 3 hari kek, I don’t give a damn about it.

Sekarang gue udah leave thread itu dan leganya luar biasa. Karena gue jadi bisa fokus ngurus Apohh tanpa kepikiran gimana caranya memenangi kompetisi sama emak2 virtual itu. Toh tanpa makanan 1 juta, anak gue sehat, bulunya glowing luar biasa, nurut sama emak bapaknya, lincah pula selayaknya anjing retriever. Dan yang terpenting, Apohh bahagia. That’s it.

Untuk menutup postingan ini, gue mau mengucapkan terima kasih yang sebesar2nya sama emak2 kompetitif di thread tersebut. Terima kasih sudah mengingatkan gue bahwa materi bukan segalanya dalam merawat anjing. Terima kasih sudah mengingatkan gue bahwa Apohh bahagia karena gue yang grooming dia, bukan orang di salon anjing. Terima kasih sudah mengingatkan gue untuk merasa bangga sama diri gue dan Mbee, we managed to live without competition with other pa(w)rents for the past year. Terima kasih sudah mengingatkan gue bahwa Apohh berubah drastis dalam setahun dari neglected ke super ganteng karena 1 vitamin yang gak dijual di dokter hewan manapun. Vitamin C(inta).

Sekian dan terima wet food Apohh 1 kardus. :p

Posted from WordPress for Android