January 23rd 2016

I thought it wouldn’t be such a surprise when he popped the question at the coffee shop we went to on our first date. The exact same seat and the exact same drink. But it’s still a huge surprise for me. He knew the answer already. It’s a yes. 🙂

*suddenly the full moon shines even brighter that night*

Advertisements

a simple question

A: Kenapa sekarang kamu concern nafkahin aku sama anak2 pakai uang yang benar2 halal? Dulu memang nggak kepikiran hal yang sama waktu pacaran sama itu?
B: Ya nggak kepikiran aja.. Mungkin karena sekarang aku serius sama kamu.
A: Gimana sih? Dulu bukannya udah sampai datang ke wedding expo segala? Itu apa namanya kalau bukan serius?
B: Nggak tahu lah. I guess I wasn’t..

Kids, you’re the ones who changed your papaw’s life. We could start from minus all over again but as long as we have all of you, life will always be good 🙂

Posted from WordPress for Android

menghitung hari menuju TIGA!

Uhwow gak berasa bentar lagi udah 3 tahun aja pacaran sama Mbee. Pernah ada yang bilang lepas 1.5 tahun pacaran akan jadi ngebosenin, apalagi buat yang belum mulai gerak2 cantik mikirin nikah. Not hoping to jinx it, tapi so far sih ya gini2 aja gue sama Mbee. Berantem mah rajin, karena gue berprinsip kalo gak pernah berantem malah bahaya. Hahahaha.. Cuma makin ke sini tuh berantemnya makin gak puguh. Hal2 kecil yang gak penting justru jadi bahan buat berantem. Biasanya karena gue capek, Mbee capek, jadi cranky dua2nya. BOOM! Selamet aje ye.

Kemarin juga sempet ikut pre-marital class, bantuin temen yang lagi bikin tesis tentang pasangan yang udah pacaran serius dan/atau yang lagi nyiapin pernikahan. Kira2 ada 4-5 sesi dan seringnya gue sama Mbee malah cekikikan sendiri karena emang kite belom nyiapin kawinan brooooo. Hihihi.. Jadi emang lebih fokus ngebahas relationship-nya, yang mana menurut gue penting banget lho pasangan buat duduk bareng dan ngebahas hal2 serius tentang mereka berdua.

Kalau dari feedback cici psikolog yang kemarin bikin tesis, sebenarnya pola relationship gue sama Mbee terbilang baik. Dalam artian begini, apa yang gue pikirkan dan inginkan sama apa yang Mbee pikirkan dan inginkan kebanyakan sejalan. Tinggal penyesuaian dikit2 aja di sana-sini, tapi yang prinsip mah sama. Yang bahaya tuh ada partisipan doi yang bedaaaaaa banget gambaran idealnya tentang pernikahan. Jadi pas ikutan sesi tuh pada kaget lah kok pasangan gue ternyata begini begitu dan gak ngertiin gue. Bagus aja kagak berantem di ruangan konsultasi. Hihihihi..

Mikirin nikah sebenernya ada rencana ke sana. Apalagi setelah gue lulus S2 ya bok makin lah ini ditanya2 orang kapan mau nikah. Ahem, situ bayarin resepsi dan biaya hidupnya mau? Cuma gue kan bodo amat ya apa mau dikata lah emang belum siap gimana dong? Hihi.. Yaaaa kalau ditanya kapan juga dari 2 tahun lalu jawabnya tahun depan-tahun depan mulu. Mudah2an sih sekarang beneran tahun depan nikahnya. 😀

Anyway, speaking about getting married kan kudu dipikirin ya tuh pengen akad di mana, resepsi di mana, konsepnya gimana, endesbre endesbre. Aih pusing cyin, rasanya pengen nenggak panadol 1 strip aja gue kalau ditanya2. Cuma kan gak boleh lari dari kenyataan ya.. *sok psikolog* Jadi mari kita mulai liat2 vendor yang kiranya sesuai budget.

Dan kegiatan itu akan dimulai……

um…….

kapan2 aja kalo sempet.

hihihihihihihihi kagak niat nikah banget sih! 😆

lucky number seven.

September 7th 2014

Dear Bravo SummerWave,

It’s been two years since the day me and your papaw brought some biscuits just to get to know you. You totally stole our hearts since then with your big round eyes and crooked smiles. I can even remember you smelled like shit, yet I had no hesitation to touch you *still a bit afraid though*.

The past two years probably were the days I prayed so hard to my dear God up there. I prayed so you would be mine, so me and your papaw can give you a decent and even better life. And now I can see that you had almost everything you were lacking of in the first five years of your life. Not only you forget what does it feel to be hungry, you also have a car *an early birthday gift from Oma*, two sets of bowls, delicious treats, fresh beef bones anytime you want, and most importantly, a family who loves you dearly and a home. Yes baby, a home. A thing that was strange to you, but now has become a part of your life.

Dear Bravo,

Thank you for the life lessons you gave me and your papaw. You really are one precious dog who taught us to live and love more than we knew before. And because of your presence I know that I’m able to love someone much more than I love my own self. Well actually, we don’t know who had rescued whom, because it’s like me and your papaw has found a missing puzzle piece. You just fit in here, in our heart and our life.

My lovely boy, thank you for being here during the sunshine and the storm, laughing with us in each happy days and weep with us when the sadness seems unbearable. You might not born to be a guard dog, but you always take care of us in a way human beings can’t do. You never asked what’s wrong, all you do is telling us to smile and play, because that’s what we have to do in life, right? Moving on.

Dear Bravo,

Thank you for being the best friend mommy and papaw could ever have. Thank you for never asking how much money we have, what is our job, what are our academic achievements, etc. Thank you for accepting us the way we are and loving us probably more than we do to you. You are still *and will always be* the best thing ever happened in our life. No, not getting my Master’s Degree, not getting a job, probably not getting married.

Happy seventh birthday, Bravo SummerWave. I pray hard so you could just be yourself, your cheerful self. Because it’s your smile I’m longing for each and every minute of my day. Please don’t change a thing from yourself, because I knew I loved you the moment I saw you, and I fell in love with that big sloppy dog who trusted me from the first time we met. You’re still gonna be the most irritating pain-in-the-ass for me and your papaw, but believe me, life is suck without you. I even forget how I survived my life before you came into my life.

Once again, happy birthday Bravo SummerWave, Apohh, Abang, Bangapohh, Ahboy, Brapohh, Cebong, Anakecebong, Ucum, Cumcum, Ucumerwef, Cuprut, Kampret, Icikiwir. Live long and prosperous!

ailafyu bocah yang gak bisa telentang kalo gak dipegangin.. :*

ailafyu bocah yang gak bisa telentang kalo gak dipegangin.. :*

Lots of love,

Mommy.

sekilas tentang ibu2 di pulau Jawa bagian sana :)

Back in April I wrote some things about Mbee’s mom, but being the usual me, lupa brooo mau di-post di marih! *toyor diri sendiri*
Maka dengan harapan lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, hup! Di-upload sekarang ajaaaaa hahaha

…………

A couple of weeks ago, mamah, Mbee’s mom came to Jakarta. She’s still working in Kediri dan baru akan pensiun pertengahan tahun ini. She stayed for almost a week here, dan berhubung gue udah lama gak blogging karena gak punya bahan tulisan, popped up lah pengen nulis tentang mamah. 

Mamah (iya, pake H) itu ibu2 perkasa idolaku. Mamah itu gambaran how I want to be when I’m much older than today.

Di mata orang lain dan mungkin beberapa mantan pacarnya Mbee, mungkin mamah itu ibu2 dingin yang jutek. Padahal, mamah itu menurut gue (dan mungkin menurut mantan asiknya Mbee), adalah ibu2 super nyantai, lempeng, dan apa adanya. Mamah itu wanita karier, tapi jago masak. Mamah itu galak, tapi perhatian.

Dari pertama gue ketemu mamah, gue langsung ngerasa nyaman, gak pernah ada rasa gue harus jaim kayak sebelum2nya gue dikenalin ke orang tuanya pacar gue. Padahal mamah ya segitu lempengnya aslik, gak yang eh iyaaaa aduuuuh ini anak gadis cakep amaaat udah berapa lama sama anak tante?

Nope. Mamah cuma yang, oh iya, udah sana ngobrol lagi. Terus naik ke kamar atas. Lha?? Hihihihi

Sampe sekarang ya begitu sik, udah mau pacaran 3 tahun juga gak ada perubahan antara gue sama mamah begini2 aja. Dibilang deket juga gak yang sampe teleponan gitu, dibilang gak deket ya gak juga sih. Hmm, mungkin bisa dicontohin begini. Pas kemaren mamah mau ke Jakarta, rencana semula adalah cuma 3 hari, berangkat Kamis, pulang Senin. Lalu gue protes lah sama Mbee kenapa sebentar amat. Lalu dia nelpon mamah, dan menyampaikan komplain gue. Lalu telepon dikasih ke gue suruh ngomong sendiri. Dan dengan malu2 kambing kusampaikan komplainku. Tau2 mamah bilang ya udah deh pulangnya abis Pemilu. *koprol kesenengan sambil terharu*

Lainnya, soal makanan. Mamah itu paling bawel ngingetin gue buat jaga makan biar gak kegendutan. Bukan apa2 sih, concern mamah cuma kesehatan, jadi gue cuek aja diledekin gendut pun sama mamah. Hahahaha.. Tapi udah ngeledek gitu, tiap mau ke Jakarta, oleh2 buatku sejibun!! Giliran gak bawa oleh2 karena emang gak sempet mampir malah minta maaf. Ya kaliiiiiii kenapa juga sik minta maaf? Kan aku jd berasa celamitan 😥

Lebaran kemaren malah sempet mau dibawain burung belibis siap goreng. Mak!!!! *pening* untung kemaren cuma dibawain keripik tahu sama abon cabe teri! Wooohooooo sungguh pengertian mamah ini padaku!

So far, gue gak pernah ngalamin love-hate relationship sama mamah. Mungkin karena mamah sendiri juga somehow menghargai gue apa adanya. Gue yang kalo pake baju masih amburadul ini padahal mamah berjilbab. Gue sangat bersyukur mamah gak pernah ngeribetin hal2 prinsip kayak gitu. Gue gandengan pelukan sama Mbee depan mata mamah juga mamah gak rempong. Ya gue juga tau batas sih, gak bakal gue nongol depan mamah pake tank top lalu ciuman sama Mbee. Bisa serangan jantung gue juga x))))

Satu hal yang gue kagum banget dari mamah adalah ikhlas. Ikhlas jauh dari anak, ikhlas dengan semua permasalahan hidupnya, ikhlas anaknya pacaran sama perempuan sangar, ikhlas segala2. Gue ngebayangin kisah hidup mamah aja rasanya mau semaput, let alone kalo gue yang kudu ngejalanin mah udah bunuh diri dari kapan tau. Ku yakin ku tak sanggup. Tapi mamah bisa banget nerima semua takdirnya, semua yang ada di depannya, gak pernah ngeluh, and that’s it!!

Mamah mungkin bukan ibu2 hangat yang bisa peluk2an cipika cipiki sama pacar anaknya. Mamah mungkin bukan ibu2 yang bisa ikrib gosipan heboh kayak temen sama pacar anaknya. Tapi mamah bisa ngajarin pacar anaknya untuk ikhlas, sesuatu yang masih susah dia pelajari dan pahami.

Terima kasih mah, for letting me and trusting me to love your one and only son. Terima kasih karena gak pernah mempermasalahkan hal2 kecil yang sering jadi sumber keributan calon mertua-calon menantu. Terima kasih juga karena mamah jadi orang pertama yang akan marah kalo aku gak kerja dan jadi ibu rumah tangga. Terima kasih karena sudah mengajarkan pacar anaknya untuk punya cita2 baru: pengen jadi kayak mamah. I love you mah, though I probably will never say these words out loud to you.

Posted from WordPress for Android

I Miss You

Honestly, I am perfectly happy with the presence of Bravo and Flossy. Selalu ada hal2 baru yang harus gue dan Mbee pelajari.

It’s just that I miss both of us, when we were a little bit younger, so eager to go to every inch in the world. Ya bukannya sekarang nggak bisa sih, cuma kepikiran aja anak2 sama siapa kalo emak bapaknya pergi2. Lagian kangen cuy.

Doggie day care? Mmm belum tega sejujurnya.

Nanti lah, mesti punya nanny dulu kayaknya. Hahahahahaha..

Meanwhile gak bisa kemana2 mengelilingi dunia, kencan aja yuk koh. Udah lama gak wandering around di mol2 ibukota atau keluar buat jajan2 cantik. Takoyaki gitu misalnya?

Aku kangen kamu lho koh. Mungkin ini rasanya ya kalo punya anak. Well at least gue dapet gambaran dari sekarang. Dan ternyata gak semengerikan yang gue bayangin sebelumnya. 😀

*kemudian nyanyi Runaway-nya Bruno Mars dengan hati hangat*

Posted from WordPress for Android