when everybody wants to be ‘perfect’

Sezuzurnya gue agak terkezut ketika buka Female Daily dan menemukan artikel ini. Bukan pertama kali denger teknik estetika gigi yang itu sih, cuma tetep aja. TERKEZUT with a big Z. I’ll explain why.

Jadi begini, tampaknya tren pergigian sekarang adalah gigi kelinci ya, di mana dua gigi seri paling depan dibuat agak menonjol jadi kalo senyum atau nyengir muncul lah sebagai the IT spot. I know some people who are blessed with their natural bunny front teeth and I do admit that they are beautiful *yes, I’m looking at you, Mariska!*. But giving up your already good looking teeth to look like one? Urgh!

I am the unlucky one and actually the rare one because my adult teeth just don’t grow like normal people do. Jangan tanya kenapa apalagi bilang kurang gizi. Meh. Some say it’s genetics, some say this is just the case, oh never mind. Too many dentists have stared into my mouth for hours I can no longer feel ashamed of my imperfection. Hahaha.. The thing is, my milk teeth (and 3 adult teeth of mine) (the only ones that grow!! oh bless me Lord!) are being covered by this veneer thingy to make it look and functioned normal. Gue sendiri lebih suka nyebutnya jaket, as my dentist told me. Soalnya kalau nggak dijaketin, ngilu cyin. Boro2 makan es, napas aja ngilu. Seriyus.

Dan prosedurnya cukup painful sebenarnya, cuma gue udah terbiasa aja dari 2001-an mondar-mandir dokter gigi dan sejak 2006 udah stay di dokter yang sama (halo oom!), prostodonthie alias spesialis gigi tiruan. Sp.Prosth. Bukan dokter gigi estetika, biar cantik, biar apa. Simply supaya gue bisa bernapas dan makan-minum dengan nyaman.

Nah prosedur yang gue bilang painful tadi adalah: pertama semua gigi gue dicetak, setelah jadi cetakannya, dibuatlah si jaket. Gigi susu gue kemudian harus dikikis supaya si jaket bisa fit perfectly in my mouth. Jadi disemprot anestesi dulu, lalu disuntik di gusi ngelilingin gigi. Ulangi suntikan kalau efek bius mulai hilang yang ditandai ngilu2 manis tapi proses kikis mengikis belum selesai. Pas2in ukuran jaket sama gigi yang udah dikikis, dilem, tempel, voila! Ulangi sejumlah gigi yang mau dipasang jaket. Did I cry? Yes of course! Gile aja gue kan cengeng masa iya disuntik kagak nangis. Hahahaha.. Nggak sih, nangis karena it was super painful. Rekor terbanyak gue disuntik adalah 4 kali di satu gigi dalam 1 jam karena dulu obatnya kok ya cepet banget ilang efeknya. Tapi 2 minggu lalu disuntik sih lumayan tahan lama, 2 jam gitu deh baru berasa ilang efek anestesinya.

Dampak dari pakai jaket ini apa? Cencunya makan harus jadi manis manja dan super behave. Gak ada tuh ceritanya gue makan apel digragotin, makan jagung bakar, gigit2 kepiting, dsb. Harus super manis. Dipotong kecil2 dan bite size. Awal2 sih bandel yaaa.. Namanya anak muda kan dulu eike masih remaja. Hahaha.. sekarang sih udah kapok dan tobat, sudahlah ya mari diawet2 gigi susu tersayang dan tercinta. Soalnya akarnya masih lumayan bisa men-support, sayang kalo dicabut. Tapi 2 minggu lalu cabut satu juga sih akhirnya setelah 20 tahun gak cabut gigi gara2 giginya goyang dan akarnya udah keciiiiiiiiil banget. DRAMA ABIS! Udah mau nangis padahal gak sakit juga. Sampe dibilang oom dokter kayak mau nyabut gigi anak SD. Hahahaha malu akuuuuu..

My point is, ya, kalian gadis2 dan pria2, kenapa sih mau mengorbankan apa yang udah kalian punya, terberi dengan sempurna dari sudut pandang gue, untuk hal2 yang mengurangi nikmat kehidupan? MEN GRAGOTIN BIJI MANGGA ITU ENAK MEEEEEN! Terus gara2 pengen gigi kelinci jadi gak bisa gragot2. GILAAA TEGA BANGET KALIAN MENDUSTAKAN NIKMAT DUNIA MENGGRAGOT2 MAKANAAAAANNN! Oh believe I’d love to trade anything to experience this gragot2 thingy again.

Be grateful for what you have, people. Gak akan ada habisnya kalau mau ngejar tampilan yang sempurna mah. Adanya capek lho karena pada akhirnya siapa sih yang mau kita bikin seneng? Sebentar2 trennya ganti, ganti juga penampilannya. Gue sebenarnya bisa2 aja nih kalau mau styling gigi palsu gue, tapi toh buat gue yang penting bisa makan, minum, napas kagak ngilu. The rest, let’s leave it pada teknologi bernama implan ya. Mari nabuuuung.. Hihihi..

P.S. Buat yang mengalami hal serupa kayak gue, jangan down ya. I’m here if you need someone to talk to. This isn’t an easy and cheap journey, but having someone to talk to can help the uneasiness you feel.😉

P.S. Gue gak percaya gigi palsu murah. Quality comes with price, mostly🙂

5 thoughts on “when everybody wants to be ‘perfect’

  1. Kasus gigi tetap gak berkembang itu kemungkinan besar penyebabnya krn tjd gangguan pas lagi ibunya hamil dulu, misalnya sempet stress, susah makan, dll..
    Aku pun pakai crown.. Lbh cakep sih drpd gigi asliku dulu, cm harus hati2, haha..
    Labial veneer punya dua, dan bingung jg knp artes2 byk yg mau dilabial veneer, perawatannya lbh susah..

    • Gak juga mbak, kata dokterku bisa karena genetik juga, soalnya di keluarga papahku ada banyak yang geraham bungsunya gak tumbuh. Tuh kaaaaaannn malah ga enak ya, udah bagus gigi normal2 doyan bener dikasih gigi palsu kalo ga ada apa2an. Hahaha

      • Klo geraham bungsu gak tumbuh itu bs krn faktor lain lagi, krn makin ke sini rahang manusia makin kecil, dipengaruhi oleh makanan, bahkan mulai ditemukan gigi geraham kedua dr belakang gak bs tumbuh.. Pas ujian salah satu pertanyaannya ini soalnya, ttg gangguan tumbuh kembang dr janin dan salah satu akibatnya adl agenesis (benih gigi tdk berkembang)..😀
        Iya.. Hahaha… Gigi asli is the best deh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s