big preacher

P.S. di depan. Tulisan ini untuk menasehati diri sendiri kok. Syukur2 bisa jadi pengingat untuk teman2 yang baca.🙂

Sejujurnya, gue paling sebal sama orang yang hobinya menasehati orang lain. Okay, mungkin perlu gue kasih contoh.

“Eh lo tahu gak sih, kalau makan itu harus pakai sendok sama garpu. Soalnya kalau pakai pisau garpu itu susah. Pakai tangan itu kotor, banyak kuman. Entar mati loh!” *dan sederet nasehat lainnya*

Yang parah sebenarnya bukan part menasehatinya, tapi kalau nasehat itu hanya berlaku buat orang lain. Munafik enough? Double standard? Yes.

Hmm apa ya, kodratnya manusia adalah ketika dikoreksi pasti ada penolakan atau denial. Bohong banget kalau gak terbersit sama sekali, kecuali emang sadar banget bikin kesalahan fatal. Tapi berapa persen sih kejadiannya dalam seumur hidup? Pasti banyakan kita dikoreksinya.

Maka dari itu, gue merasa bener banget omongan para orang tua jaman dulu. Jangan nyubit kalau gak mau dicubit. Sudah benar belum kita sebelum memberikan judgment buat orang lain? Sudah segitu hebatnya kah kita sampai bisa mengajari orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai standar kita?

Hey! Standar orang beda2 lho. Apa yang baik buat gue belum tentu baik buat teman gue, dan sebaliknya. Lakukan aja apa yang menurut kalian baik, selama itu gak bertentangan dengan hukum yang berlaku. Tapi gak usah lantas jadi sok suci dan sok baik juga, mentang2 merasa punya ilmu, mengerti suatu hal, lalu merasa paling jago dan berhak menilai. Who are you? God Almighty?

Ah tapi di mana2 ngomong itu paling gampang ya. Coba disuruh menjalani sendiri, belum tentu sanggup. Nanti banyak lagi alasannya.

Jadi daripada buang2 energi untuk menasehati orang lain, lebih baik mengaplikasikannya dulu pada diri sendiri. Kalau memang baik lama2 orang akan tiru kok. Gak perlu buang tenaga adu nyolot sama orang yang beda pendapat juga.🙂

P.S. Lucu juga lihat orang yang heboh jadi preacher lalu karena satu dan lain hal semua yang dia omongin berbalik 180 derajat ke dirinya sendiri. Ah, karma does exist. Tuhan tidak tidur dan tidak diam melihat orang2 ini..

Posted from WordPress for Android

One thought on “big preacher

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s