rest in peace, Princess Sophie.

In the end, it’s not the years in our life that count. It’s the life in your years.

Abraham Lincoln

Mungkin buat orang lain, postingan gue ini akan berkesan cemen dan cengeng, tapi ini pengalaman pertama gue kehilangan sahabat berkaki empat, namanya Princess Sophie Ellis Bextor. Princess-nya gue yang nambahin, soalnya sepasang mata berwarna icy blue itu memang princess-like banget, sayang aja kelakuannya kurang beradab kalau tidur :’)

Panggilannya Ncop, Cocop, Princess Sophie, Siberian Princess. Dua panggilan terakhir gue yang mulai dan banyak yang ngikutin, mungkin baru ngeh kali ya anak ini beneran kayak princess penampakannya. Oh iya, kebetulan dia ini anjing ras, Siberian Husky. Kenapa gue bilang kebetulan? Soalnya kalaupun bukan anjing ras, selama ekspresi jahil dan kelakuannya begini, gue akan tetap sayang setengah mati sama anak ini.

Gue pertama ketemu Ncop awal September kemarin, waktu ngerayain ulang tahun Apohh di shelter. Masih kurus dia, bulunya baru mulai tumbuh. Baru 2 bulan di shelter setelah di-rescue dari ex-owner yang gesrek kelakuannya dan perawatan intensif di dokter hewan. Masih hati2 juga gue sama anak ini, namapun anjing berkasus kabeh, tiba2 digigit atau apa kan gak lucu. Pertamanya juga dia liat2an doang sama gue, gue senyum dia melengos tapi nengok2 lagi ke arah gue. Mulai gemes, kok jual mahal banget sih kamu neng?

Lama2 mulai deket, apalagi sejak bawa Apohh ke shelter. Ncop ini gatel banget sama Apohh, pasti deket2, dicium2in, diikutin ke mana aja, sampai Apohh lihat Daila the 3-legged golden retriever. Ncop pun patah hati sama anak gue, karena Apohh biar kata disodorin Ncop yang udah cakep dan kayak bule, tetep milih Daila yang humble dan kalem. Ncop ini cakep2 blangsak emang kelakuannya. Gak percaya? Nih liat posisi tidurnya gadis bule satu ini.

IMG_20131128_175909

Sejak deket sama Ncop, dia mulai howling. Pada tau Mishka gak, Husky yang terkenal di YouTube gara2 bisa ngomong? Nah, Ncop ini versi raw-nya karena howling-nya masih AWAWAWAWAWAWW~

Hobi Ncop yang gak akan pernah gue dan Mbee lupain adalah narik2 kaos yang lagi dipake. Kaos Mbee ada yang bolong kena gigit Ncop, kaos gue hampir bolong karena gue cukup sigap narik kaos gue. Mengakibatkan Ncop protes AWAWAWAWAW sambil nyureng. How I miss her howl and sulking face😦

Sekali waktu, gue malem2 ke shelter dan pas gue lagi main sama Flossy *waktu itu belum dibawa pulang*, tiba2 pantat gue disundul dari belakang. Gue nengok, ada Ncop lagi nyengir. Dia lari ngejauh, lalu nengok ke arah gue. Gue deketin, dia lari dan naik ke atas dipan. Lalu ngangkang minta belly rub. Ncop nggak pernah ngangkang minta belly rub sama gue karena biasanya dia tiduran miring untuk di-belly rub, tapi waktu itu ada 10 menitan kami gelap2an berdua di halaman shelter. Gue gak berasa apa2 waktu itu, dan ini kejadiannya kira2 seminggu sebelum Ncop sakit.

isn't she beautiful? :')

isn’t she beautiful? :’)

Habis acara Adoption Day, Ncop mimisan. Gue mikir kecapean aja, karena pas acara dia udah 2 kali dibawa dog walk, pertama waktu gue nempelin papan rute sama Agri dan kedua sama Mbee pas dog walknya. Ncop was so mesmerized by the train she didn’t budge when I pulled her leash. As if she wanted to say “Hey buddy, what’s that? I never seen it at the shelter. I’d like to sit for a while please!” and I granted her wish. Gue ngebiarin dia nonton kereta di depan Fakultas Hukum sambil ngetawain anak ini, bule kok norak banget. :’)

Memang sih, habis dog walk pas gue lagi nyari minum dia dibawa lari2 keliling lokasi sama salah satu volunteer. Padahal gue udah bilang Ncop capek, jangan dibawa2 dulu biar dia istirahat, gue takut banget dia heat stroke. Ternyata gue gak didengerin..

when she arrived at the vet, together with Theo.

when she arrived at the vet, together with Theo.

Ncop terusnya dirawat inap di vet karena masih terus mimisan setelah rawat jalan. Ncop masuk ke vet bareng sama Theo yang baru direscue dan mau operasi angkat tumor. Gue masih belum khawatir, apalagi yang keliatan gawat malah Theo dan dicurigai butuh transfusi darah. Besokannya dikabarin ternyata Ncop yang butuh transfusi. Gue dan Mbee langsung nawarin Bravo untuk jadi donor. Pertimbangannya, dia sehat dan half-Husky, mudah2an cocok. Ternyata sampai klinik malah gak cocok darahnya dan Bravo yang dioperasi angkat tumor di kelopak mata. Gue sempet nengok Ncop. Lemes banget, she tried to howl but she can’t. But she looked excited when she saw me. Gue sempat pet2 Ncop dan ngobrol sebentar, gue bilang Ncop harus sembuh, semua kangen Ncop.

Minggu depannya, gue ulang tahun. When I blow the candles on my birthday cake, I wished for her health. Gue berdoa sepenuh hati supaya Ncop lekas pulang. Satu yang gue lupa, doa gue awalnya hanya Ncop lekas pulang, bukan lekas sehat. Malamnya, Ncop memang pulang ke shelter..

back at home

back at home

Gue seneng banget, Ncop pulang adalah hadiah ulang tahun paling indah yang pernah gue dapet. Gak sabar banget besok mau main ke shelter. Nyatanya, besok paginya, ketika gue lagi enak2 makan kue ulang tahun, Mbee whatsapp.

Ncop nggak ada.

Gue langsung diem. Speechless. Black forest rasanya jadi kayak racun. Lagi ngerjain tugas yang deadline hari itu langsung nggak fokus. Gak konsen mau ngapa2in. Buru2 nanya jam berapa Ncop dikubur, jam 10 pagi. Oke, disempetin ke sana sebelum bawa Bravo ke vet untuk lepas jaitan. Gue nangis sepagian, gak konsen sama sekali bahkan gue sampe sikat gigi dua kali saking gak fokusnya. Langsung ambil kain bali di lemari, mau selimutin Ncop pakai itu.

Gue ke teras, Bravo langsung nyamperin liat muka gue kacau. Gue terbata2 bilang, “Abang, yang kuat ya, Ncop udah nggak ada.” To my surprise, Bravo langsung melorot, dan pingsan. Baru sekali gue liat anjing pingsan. Kalau bukan karena Ncop, gue bakal ngetawain Bravo. Gue tepuk2 pipinya, dan dia nangis. Iya bang, mommy juga sedih banget. Gue bilang sama Bravo gue mau siap2 sebentar untuk ke shelter makamin Ncop.

Gak lama Mbee jemput, mampir pasar Cisalak beli mawar 3 batang, seadanya. Sejadinya. Yang penting ada bunga buat Ncop.

Sampai shelter, belum banyak orang. Oom Don lagi beli tanaman buat makam Ncop bareng Febi, kak Indah, sama mba Bebta. Gue masuk ke dalem, duduk di sebelah Ncop. Badannya udah kaku, rigor mortis. Dingin, kayak es batu. Ini bukan Sophie yang gue kenal. Sophie is warm, playful, and worse, Sophie is alive. I cried, and cried, and cried. I beg her to wake up, I need her to get up and laugh at me because it’s only a joke she played on us. Tears keep streaming down, and I can’t hold it. I kissed her, she smelled blood, and death.

like her usual self, princess-y stare

like her usual self, princess-y stare

Mbee sendiri gak mau ke dalem, gak kuat dia liat Ncop. Mungkin gue yang masochist, mungkin gue yang gila. I just want to be close to her before I have to bid goodbye to what’s left of her. Jam 10an, oom Don nyetel Santa Fe-nya Bon Jovi lewat speaker dan masuk ke ruangan, it’s time.

I cried harder. He told us to bid a real goodbye to Sophie. I kissed her. And say goodbye. And I told her to wait for me at the rainbow bridge. Say I already miss her, and I would trade some years of my life for her. I love you, Sophie, always have, always will.

last kiss for Sophie Ellis Bextor

last kiss for Sophie Ellis Bextor

Ketika oom Don naruh Ncop di tempat tidur terakhirnya, I can’t bear to see her. I can’t stand to see her body being buried. I can’t believe it’s a real goodbye. I am too in love to let her go. No way, Sophie, no way.. This can’t be real. Tell me I am dreaming. Please baby girl, tell me I am dreaming..

adieu, Sophie Ellis Bextor.. :'(

adieu, Sophie Ellis Bextor..😥

Gue milih kain bali itu tanpa mikir apa2, ternyata Mbee bilang ke gue setelah selesai ngubur bahwa Ncop pernah minta kain itu ketika gue bawa ke shelter. Kain sumber keributan gue sama Ncop karena gue sama dia saut2an gue bilang NOOOOO dan Sophie bilang AWAWAWAWAW protes. Kainnya sekarang punya kamu, Ncop. Forever yours.

would you know my name if I saw you in heaven?

would you know my name if I saw you in heaven?

So long, Sophie. Thank you for coming in to my life in a very short time. You are unforgettable, and forever will be missed. I love you, Sophie. Always have, always will. See you again at the rainbow bridge. Take care up there, we miss you so much down here. I love you, Sophie. I really do..

we love you, always have, always will :')

we love you, always have, always will :’)

P.S. I LOVE YOU

Some photos are courtesy of @doniherdaru

2 thoughts on “rest in peace, Princess Sophie.

  1. Nggak sengaja nemu blog ini.
    Sedih deh baca ceritanya, sampe mbrebes mili, aku juga tau banget rasanya ditinggal pergi sama peliharaan yang disayang.
    mereka irreplaceable🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s