surat terbuka utk pramudi Transjakarta

Yth.
Bapak Apriadi A.
Pramudi on board Transjakarta jurusan Ancol-PGC hari Kamis, 5 Juli 2013 jam 5 sore.

Saya tidak tahu apakah anda akan membaca surat terbuka saya ini atau tidak, tapi saya yakin anda akan lebih malu jika saya menegur anda langsung kemarin di hadapan puluhan penumpang.

Sebagai pramudi on board Transjakarta, saya tahu anda sudah berusaha menjalankan tugas anda sebaik2nya dgn cara memberitahu halte berikutnya sehingga penumpang bisa bersiap2. Tapi saya rasa anda juga tahu bahwa sikap anda selama perjalanan antar halte juga akan diperhatikan oleh penumpang, setidaknya oleh saya dan teman saya, yg karena profesi kami, secara naluriah akan mengobservasi orang2 di sekitar kami.

Saya tidak melarang anda mengobrol dgn teman perempuan yg mungkin pacar anda itu. Tapi saya harap anda tahu bahwa Public Displayed of Affection alias pamer kemesraan di depan umum bukan hal yg wajar di Indonesia kecuali Bali, itupun karena banyak turis. Anda tidak sewajarnya main peluk2an, cubit2an, dan cium2 dahi di depan umum pada jam kerja.

Terlebih lagi, dgn pekerjaan anda melayani penumpang Transjakarta, perilaku seperti itu saya rasa tidak bisa diterima. Kesannya seperti anda digaji utk pacaran di atas bus sambil bekerja. Hey, anda bukan pengamen/kenek di bus patas/metro mini yg bisa unyu2an dgn kekasih anda di atas bus! Anda memang masih menjalankan pekerjaan anda, memberitahukan halte mana yg sebentar lagi akan disinggahi. Saya juga tidak menyalahkan anda 100 persen utk hal ini. Tapi saya harap anda bisa menasehati teman perempuan anda (atau pacar anda??) utk tidak lagi cubit2 rangkul2 manja ketika anda sedang dalam jam kerja. Di luar itu sih urusan kalian, saya tidak perlu dan tidak ingin tahu juga.

Pin di pakaian anda mengatakan tegur saya jika bla bla bla. Saya rasa saya sudah menjalankan hak saya sebagai penumpang utk menegur anda karena tampak tidak serius dalam bekerja. Saya harap jika anda membaca surat terbuka saya ini, anda bisa melakukan introspeksi diri anda dan teman perempuan anda. Istilah “jaga image” menurut saya masih diperlukan kok, khususnya dalam profesi yg bertugas melayani publik.

Sekian dan terima kasih,
Penumpang rutin Transjakarta.

Posted from WordPress for Android

3 thoughts on “surat terbuka utk pramudi Transjakarta

  1. #ceritanya reply dari pak Apliadih#

    ***

    Kepada mbak yang daritadi liatin saya,

    klo situ pengen saya peluk2in, cubit2in, dan cium2 dahi,.. langsung aja BBM saya mba..
    Hari gini koq masih surat2an?🙂 )

    Salam dangdut,
    Pak Apriadi *sambil ngedip*

    ***

    LOL,
    pukpuk! sabar yaa nenengg.. sini tiplunan gratis klo bisa pake BBVoice. hahaha
    miss youh!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s