on drinking and getting drunk

P.S di depan: gara2 semalem buka2 laptop dan flash disk, nemu draft tulisan yg gue tulis sebelum sidang skripsi dan lupa gue publish. Jd gue edit dan gue post di sini. So, happy reading!πŸ™‚

I’m not an alcoholic. Not really a social drinker, not a lone drinker, too.

Gue lupa kapan pertama kali gue minum minuman beralkohol. Kayaknya sih waktu gue SMA. Sejak kuliah, gue jadi lebih sering minum minuman beralkohol, mostly sih bir. Kenapa? Ngabisinnya gampang! Coba nge-wine sendirian? Segelas kurang, sebotol perut gue pasti gluguk2 dengan katronya.

But I’ve never been drunk, dan gak mau sampai mabok juga sih, apalagi sampai jackpot. Yaiks. Orang mau minum sampai jackpot sih terserah, gue mah gak mau. Hahahaha..

Dulu, gue minum ketika gue galau, ketika hati susah. Karena sensasi tipsy kayaknya bisa ngilangin kesusahan hati barang sejenak. Ih maafkan ya, saya dulu masih cupu..

Terus gue pernah dimarahin sama neng Icha. Katanya gue gak boleh minum alkohol ketika lagi sedih. Minuman beralkohol hanya untuk diminum ketika hati sedang senang. Lagi kumpul sama teman2 yg udah lama gak ketemu, lagi merayakan ulang tahun, dsb.

Icha bener banget menurut gue. Alkohol ketika hati susah tuh cuma bikin gue tambah miserable. Gak membuat masalah gue selesai juga. That’s why sekarang gue udah jarang banget minum minuman beralkohol. Kasian badan gue juga kalau kebanyakan dibanjur alkoholπŸ™‚

Terakhir gue minum bir itu sebelum gue sidang skripsi, di rumah Icha. Jadi gue janjian di suatu tempat nongkrong kawula muda, terus gue sama dia nge-bajaj ke rumahnya. Oke, sampai sini udah salah loh. Belom minum aja badan gue udah diajrut2. Untung makanan yg gue makan gak keluar. Sampai rumahnya, baru deh gue minum birnya. Pas pulang, di motor rasanya gue melayang. O ooooowwww gue mabok, sodara2!

Ternyata kecapean, bajaj, nervous mau sidang skripsi dan alkohol bukan kombinasi yg baik buat gue. Ampuuuuunnnn gak lagi2 deh!πŸ˜€

Nah sejak saat itu gue belum minum2 lagi. Dan emang lagi gak kepengen juga sih.. :p
Yang jelas, gue gak mau minum2 lagi ketika hati lagi susah. And I’m strictly saying no to driving after drinking alcohol. Mendingan gue makan deh kalau hati lagi susah. At least perut gue kenyang. Kalau minum alkohol kan perutnya gak kenyang, kembung doang. Apalagi kalau alkoholnya 95%.. *colek neng Icha. Hahahahahahahahaha*

It’s a quarter after one, I’m a little drunk and I need you now.. (music)

Sent from Achie’s black gemstone.πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s