repost notes kak Dekari. :)

*Tulisan ini untuk kalian, orang-orang terkasih yang sudah lebih dulu pergi menghadap Tuhan*

 

Guys, mohon pertolongannya. Saat ini, teman saya yang bernama *Anni sedang membutuhkan darah golongan O untuk ayahnya yang sedang dirawat di RS. A di kamar no 412.  Bagi yang bersedia memberikan pertolongan, silakan hubungi Anni ke nomor *08567891011 atau hubungi…

 

*Bukan Nama dan No.Telp Sebenarnya

 

Mata gue pun terpejam. Pusing saat membaca pesan tersebut.

Pesan-pesan seperti ini sering gue terima akhir-akhir ini, terutama sejak pertengahan bulan puasa. Entah lewat broadcast message BB, email, FB, twitter, you name it. Biasanya pesan seperti ini kurang gue pedulikan, terutama jika golongan darah yang diminta tidak sama dengan golongan darah gue. Atau kalau pesan itu ga jelas darimana asalnya. Bisa saja itu cuma tipuan. Jadi ya, jarang gue pedulikan.

 

Tapi bulan puasa ini berbeda.

 

Nyaris setiap minggu gue menerima pesan seperti ini. Bahkan dalam seminggu terakhir, gue menerima tiga pesan serupa, untuk tiga orang yang berbeda. Satu diantaranya malah gue datangi langsung, setelah gue konfirmasi identitasnya. Orang yang sedang membutuhkan darah adalah ayah teman gue yang sedang kritis, dan gue langsung meluncur kesana meski waktu itu sudah tengah malam.

 

Sayangnya, waktu itu kondisi gue tidak memungkinkan untuk mendonorkan darah. Jadilah gue hanya termenung disana, bingung memikirkan bagaimana nasib ayah dari teman gue tersebut. Untungnya, beberapa jam kemudian teman gue berhasil mendapatkan darah, walau dengan stok yang sangat sedikit. Akhirnya gue diminta pulang.

 

 

Dua hari kemudian, gue terima kabar kalau ayahnya meninggal.

 

 

Pengen nangis rasanya waktu dengar kabar tersebut. Namun itu bukan kabar terakhir. Beberapa hari kemudian, gue menerima kabar lain kalau ada lagi yang meninggal. Orang lain yang keluarganya juga sempat mengirimkan pesan meminta pertolongan sumbangan darah. Sungguh, napas gue terasa makin sesak.

 

 

 

————————————————————————————————–

 

 

 

Semua pesan dan kabar duka tersebut, sebenarnya adalah peringatan miris buat kita semua agar bisa lebih peduli. Darah hanya bisa didapatkan dari sesama manusia, ga seperti obat yang bisa diproduksi secara massal. Kalau kekurangan obat, seseorang masih mungkin bertahan hidup untuk beberapa hari. Tapi kalau kekurangan darah? Tunggu beberapa jam, orang itu pasti mati.

 

 

Kebutuhan darah di Indonesia tergolong cukup tinggi. Kota besar seperti Jakarta membutuhkan stok 1000 kantong darah setiap harinya, yang kadang harus dibagi dengan kota-kota disekitarnya.  Untuk kota-kota kecil di daerah, ketersediaan stok kadang terhalang dengan minimnya jumlah pendonor serta kurangnya fasilitas tempat penyimpanan darah, sehingga darah tidak bisa disimpan lama.

 

Kondisi ini akan makin bertambah parah di bulan puasa. Di bulan yang katanya penuh kemuliaan ibadah ini, stok darah malah berkurang drastis sampai hanya tersisa 30% dari hari biasa. Padahal, kebutuhan darah justru makin meningkat, terutama menjelang lebaran yang rawan dengan terjadinya kecelakaan di jalur mudik. Belum dihitung dengan jumlah pasien berpenyakit kritis yang membutuhkan darah untuk menjalani operasi. Dan masih banyak lagi.

 

Bayangkan kawan, hanya 30% dari hari normal. Berarti Jakarta saja hanya memiliki 300 kantong darah perhari, atau maksimal 75 kantong darah kalau dipukul rata untuk setiap golongan A, O, B, atau AB. Itu baru Jakarta, gimana dengan daerah lain? Ga usah jauh-jauh mikirin daerah terpencil, kota yang dekat macam Bekasi atau Tangerang aja bisa kehabisan stok darah. Jadi jangan heran kalau sering mendengar kabar orang meninggal saat bulan puasa. Boleh jadi, kekurangan darah ini juga menjadi salah satu penyebabnya

 

Kenapa stok darah bisa kurang di bulan puasa? Karena orang-orang mengira tidak boleh mendonorkan darahnya, karena akan MEMBATALKAN PUASA. Ini bener-bener alasan yang salah kaprah.

 

Siapa bilang bulan puasa ga boleh donor darah? Memang, kondisi seseorang akan melemah selama beberapa saat setelah darah didonorkan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, sebelum dan sesudah donor seseorang harus mendapat asupan nutrisi dan air yang cukup.

 

Jadi gimana caranya? Ya gampang, lakukan saja donor darah setelah BUKA PUASA. Ga susah kan? PMI bahkan punya program untuk berkeliling ke seluruh masjid agar warga mau mendonorkan darah setelah shalat tarawih. Dan terbukti, mereka ga kenapa-kenapa. Kalau kepepet pun, orang yang harus mendonorkan darah saat belum waktunya berbuka kondisinya akan dianggap seperti orang yang sedang sakit dan dibolehkan untuk berbuka, dengan syarat puasanya diganti di hari lain. Jadi, tetap bisa donor darah kan?

 

Info ini, udah dikampanyekan dimana-mana. Kalau di-googling, akan ada ribuan tulisan yang menjelaskan soal hal ini. Tapi kenapa stok darah masih terus berkurang, gue juga ga ngerti. Indonesia bahkan kekurangan sampai 4 Juta kantong darah dalam kurun waktu setahun terakhir. Bayangin kalau 1 orang sakit butuh 4 kantong darah, berarti tiap tahun ada 1 juta orang yang ga bisa kita penuhi kebutuhan darahnya. 1 juta orang, yang meregang nyawa karena ga bisa ngedapetin darah.

 

Kita ga bisa selamanya ngandelin PMI dan bank darahnya. Guys, PMI itu kadang udah kaya organisasi gila yang jemput bola kesana kemari. Datengin institusi atau perkantoran supaya orang ga perlu bersusah payah kalau mau menyumbangkan darahnya. Berburu donor darah setelah tarawih di bulan puasa, juga kampanye dimana-mana.

 

PMI itu usahanya udah maksimal. Justru kita sebagai donor-lah yang usahanya masih kurang. Padahal sebenarnya ga susah-susah amat.

 

Kita cukup datang ke rumah sakit atau puskesmas terdekat. Atau kalau bingung mesti dateng kemana, datengin aja PMI. Dan setelah donor, jangan lupa daftarkan identitas lo juga. Seseorang bisa mendonorkan darah dengan jarak waktu minimal 3 bulan. Jadi lewat data identitas, lo bisa dihubungi tiap 3 bulan sekali untuk jadi donor secara rutin. Kalau rutin donor darah, lo ga cuma bisa nolongin orang, tapi juga nolong diri lo sendiri. Lo akan dapetin regenerasi darah baru setiap 3 bulan, dan jadi lebih sehat.

 

 

Mungkin ini tulisan yang terlambat, karena bulan puasa sudah lewat. Tapi semoga saja, tulisan ini bisa menjadi pengingat.

 

Donate Your Blood, to Help Others and Yourself

Show That You Care, Fellas.

 

notes-nya bisa dilihat di sini :)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s