password and trust

password = kolor :p

password = kolor :p

Dalam suatu hubungan romantis masa kini, gak jarang suatu pasangan itu sedemikian percayanya satu sama lain sehingga mereka berbagi hampir apa saja, termasuk password account mereka di internet. Repotnya, ketika hubungan itu berakhir, ada beberapa orang yang bisa menjadi bencana masa depan bagi mantan pasangannya. Misalnya, dengan masuk dan mengaduk2 account jejaring sosial si mantan, atau dengan sengaja mengganti password account si mantan. *ngomong sama kaca*

Well, gue pernah begitu. Pernah ada di posisi account gue yang diaduk2, dan karena gue tahu siapa pelakunya, gue aduk2 balik account-nya. Sounds immature? Yes. Soalnya itu terjadi waktu gue masih remaja belia gitu. Hahaha.. Kalau sekarang mah gak level deh. Kayak gue gak ada kerjaan lain aja..

Tapi dari kejadian itu gue belajar sesuatu. Belajar untuk tidak sedemikian percayanya bahkan sama pasangan gue sendiri. Paranoid? Maybe. Tapi neng Icha, ahli spiritual kebon sayur dan penerawangan kesabaran gue *gelar macam apa ini??* pernah bilang, “Never trust anyone, not even me. Karena orang terdekat yang biasanya berpotensi jadi backstabber.”

Jadilah sejak saat itu gue menempatkan kepercayaan terhadap orang lain ya seperlunya saja. Untuk curhat, I do trust some people. Untuk cerita kalau barusan gue nyelepet mangga di kebon pak Haji misalnya, ada kok yang gue percaya. Untuk percaya bahwa pasangan gue setia, ini gampang2 susah. Haha.. Tapi untuk berbagi password, waduh maap2 kate ni bang. Aye kagak bise noh! *salah bahasa*

Gue memang tahu password dari account beberapa orang. But heck, gue gak suka iseng2 masuk untuk lihat2 apalagi ngaduk2. Gue tahu rasanya ketika log in dan menemukan account gue berantakan, maka dari itu gue gak pernah mau mengaduk2 account orang lain.

Based on that, mungkin perlu jadi pelajaran ya, secinta2nya kita sama pasangan kita, we don’t have to share everything. Ada beberapa hal yang perlu di-keep sendiri atas nama privacy. Salah satunya ya password account2 itu.πŸ™‚

Eh tapi ini opini gue lho.. Kalau pendapatnya berbeda silakan disanggah. Hehe..

Baiklah. Sekian celotehan pasca lebaran ini. Inem mau balik nyetrika dulu, ndoro sekalian. Permisi.. *mindik2 kabur*

Sent from Achie’s black gemstone.πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s