breaking up.

what’s the worst part of breaking up?

pertanyaan itu pagi2 popped up di pikiran gue. sampai2 gue harus nulis draft-nya di kertas dulu karena kalau nunggu laptop nyala dan ready, itu ide keburu kabur burrr gak balik lagi. yeah, intinya kalau suka nulis mah harus selalu sedia kertas dan alat tulis di mana2.

okay! kembali ke topik utama. what’s the worst part of breaking up?

bagi sebagian orang, bagian terburuk dari break up a.k.a. putus adalah kehilangan pasangan itu sendiri. kayaknya sedikit banget orang yang setelah putus langsung bahagia karena putus. ya kecuali orang2 yang putus karena si pasangan adalah orang yang annoyingly annoying. tapi umumnya, butuh waktu untuk menikmati kehilangan sebelum bisa cheer up lagi.

nyuwun pangapunten, mau masukin teori..😀
Elisabeth Kübler-Ross mengemukakan 5 tahap grieving *ini dibilangnya sih facing death, tapi gue rasa bisa digeneralisasi untuk semua jenis grieving*:

denial – anger – bargaining – depression – acceptance

pada akhirnya memang setiap orang akan sampai ke tahap penerimaan bahwa ya udah memang harus putus. yang tadinya substansi kami atau kita bergeser menjadi saya aja dan kamu aja. walaupun pada akhirnya ada yang bersyukur udah putus karena si mantan memang brengkesnya gak ketolongan, tapi biasanya sih tetap aja melewati tahap grieving itu.

bagi gue sendiri, ada worst part dari kehilangan pasangan karena putus. a thing named family. ini gak kalah rese nih dibandingin putusnya itu sendiri. ketika memutuskan buat putus tapi pasangan udah terlanjur dikenalin sama keluarga dan di-approve karena niat awal menjalin hubungan adalah buat serius. ini PR banget buat ngasih tau keluarga kedua belah pihak kalau kalian *atau kami* udah gak bareng2 lagi. asli PR banget.

kenapa jadi PR? ya soalnya ketika hati masih amburadul gara2 putus, masih harus mikir pula gimana ngomongnya ke keluarga khususnya orang tua, ngomong ke siapa dulu, ngejelasin alasan putus yang kadang gak dimengerti sama orang tua, dan nyebelinnya adalah kita ngomong SENDIRI. beda men ceritanya sama laporan mau nikah. ya setidaknya kalaupun kepepet ngomong sendiri karena si pasangan jauh, mood-nya kan positif.

gue sendiri pernah mengalami ribetnya ngadepin keluarga ketika hubungan bubar jalan. terlebih lagi mantan gue ketika itu kampret berat gak mau ngomong sama keluarganya. akhirnya GUE YANG NGOMONG KE KELUARGA DIA DAN KELUARGA GUE. bangke emang. itulah makanya kenapa gue males banget nyeritain ke keluarga ketika gue menjalin hubungan sama seseorang. ketika putus itu lhoooo, males banget nyeritainnya. tapi kalau gak cerita, ditanya terus kenapa si pasangan gak pernah datang lagi ke rumah. zzz.

ketika itu gue mulai dari nyokapnya. gue sengaja dateng ke rumahnya, terus sambil sok2 bantuin masak, terus ancang2 mau ngomong sama nyokapnya. eeeh tantenya dateng. bzzt. PR lagi deh ini. dan dalam sehari, separuh keluarga besarnya tau kalau kami udah bubar jalan. oke. setidaknya gue gak harus bolak-balik ngomong. beres sama keluarga dia, gue ngomong lah ke nyokap gue. reaksi nyokap gue sungguh di luar dugaan. she’s happy. ahahahaha..

tapi jadi lain ceritanya ketika bubar beneran, karena setelah udahan itu kami sempat dekat lagi. jujur aja, bubar jalan kedua itu terjadi karena gue memang memanfaatkan momen gue dekat sama mas Kepo untuk memisahkan diri sepenuhnya sama mantan gue. di sini emang gue yang brengkes berat, ninggalin dia buat mas Kepo. tapi gue gak nyesel. karena gue jadi bisa so long farewell sama mantan yang itu. jeleknya adalah, gue salah menangani keluarganya. dan timing gue jadian sama mas Kepo yang terlalu cepat mengakibatkan gue di-judge ini dan itu sama pihak yang sana. muka tembok aja sih pas itu. lah udah bagus ya guenya setia saat dia mendua. *cih bahasa gueee*

well, that’s my worst part of breaking up. what’s yours?🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s