trust me, it works! ;)

when you want something, all the universe conspires to help you

gue suka banget sama quote dari Paulo Coelho itu. yes, when i want something, all the universe conspires to help me. i do believe those words so much. dan gue harap apa yang akan gue tulis berikut ini bisa menginspirasi. gue bukan mau sombong, sumpah, gue cuma mau sharing, supaya kalian yang kebetulan baca blog gue dan sedang ragu2 bisa belajar untuk meyakini kekuatan pikiran kalian sendiri. it’s our life, after all.πŸ™‚

sejak dulu, kedua orang tua gue menilai gue sebagai anak yang gak jelas apa maunya. ditanya ini males2an, diajak ini itu kurang minat. tapi lama2 mereka menyadari bahwa gue ketika gue sudah berminat sama sesuatu hal, maka gue akan mati2an mengejar itu sampai titik darah penghabisan.

pilihan gue untuk melanjutkan pendidikan di fakultas psikologi UI sudah gue tetapkan sejak gue SMP. mulai dari gue sok tau aja kepengen masuk psiko, sampai gue research apa sih yang akan gue pelajari di sana? believe it or not, gue bahkan nge-print kurikulum fakultas psikologi UI tahun 2005. 2 tahun sebelum akhirnya gue benar2 ada di sini dan ternyata kurikulumnya udah ganti. bahahahaha.. gue gak tau apa yang membuat gue begitu keukeuh, tapi setiap ditanya orang gue mau kuliah di mana, jawaban gue cuma 1: FAKULTAS PSIKOLOGI UI. sempat labil mau masuk IT, hukum, ujung2nya psikologi lagi. dan harus UI. bahkan gue daftar kuliah di 3 universitas berbeda, daftarnya semua psikologi. haha.. ngotot yeuh?

kengototan itu berlanjut sampai gue persiapan SPMB. cih. mana ada itu bimbel pelajaran IPA gue serius belajar? kosong melompong modul latihan gue. giliran bimbel pelajaran IPS, wew semangat 45 gue ngerjainnya. gue sempat ngambek total sama guru2 SMA gue yang meremehkan kemampuan gue untuk masuk UI. alasannya, gue tidak cukup pintar untuk diterima oleh UI *nilai gue emang bobrok banget waktu SMA. gue anak IPA salah jurusaaaan!*. sehari setelah pengumuman SPMB, gue datang ke SMA gue dan pasang muka senga’ bilang ke guru2 gue itu. saya diterima di UI, di fakultas yang saya inginkan, fakultas psikologi. pilihan pertama. mereka semua kicep. gak ada yang berani menatap mata gue. malu kali ya ngaku salah udah menjatuhkan mental anak didiknya. ckck.. guru kok begitu sih? hihh. gemes gue.

another story, soal kerjaan. beberapa kali ketika ada penawaran kerja, gue otomatis nyeletuk, i will get this job. 3 times it worked for me. padahal awalnya gue iseng2 berhadiah. diterima sukur, nggak ya udah. tapi mungkin jauh di dalam hati gue, gue segitu pengennya kali ya. hahaha..
eh tapi ketika kemarin gue iseng2 apply ke salah satu assessment center buat magang di sana, gak ada respon. ya memang iseng sih, karena gue kan apply juga karena gue cemas jobless waktu status kerja gue gonjang-ganjing gara2 absen tangan itu. hihi.. mungkin karena kurang diniatin itu ya makanya gak dapet.πŸ˜€

then, salah satu problem hidup yang annoying berat: skripsi. gue inget banget setahun yang lalu di kelas metakognisi, setelah UTS, gue nyeletuk dalam hati: wah mau banget gue bikin skripsi kayak begini. PS gue nanti si mbak pengajar metakog *ga boleh sebut merk. hihi*
setahun kemudian, saat ini, gue sedang menyusun skripsi dengan metode yang sama, topik yang sama, dengan pembimbing skripsi yang juga dosen metakognisi gue ketika itu. alhamdulillah skripsinya sesuai minat gue: membaca.

gue bukan mau pamer tentang kemudahan2 yang gue dapat dalam hidup ini. apa yang gue peroleh itu juga pake usaha jungkir balik kayang sambil koprol garuk2 tanah nangis darah. kalau 2 minggu menjelang SPMB gue sakit tipes dan DB sampai dirawat, nama PS gue baru keluar awal bulan Maret sementara gue rencana sidang bulan Juni, kerjaan sempat gak jelas statusnya karena masalah kewajiban absen, gue yakin itu gue lagi ‘dicoba’ sama Tuhan buat ngeliat seberapa niatnya gue. seberapa keukeuhnya gue. alhamdulillah gue sekeras kepala dan seobsesif itu ternyata.πŸ˜€

tulisan ini gue buat bukan cuma untuk nyemangatin orang yang kebetulan baca. tapi juga untuk ngingetin diri gue sendiri untuk fokus sama apa yang ingin gue capai. untuk gak ngedengerin pendapat orang lain yang seringnya sumbang dan fals. bagaimanapun juga, akhirnya toh gue juga yang akan menjalani ini semua. sekarang pun gue sedang mengusahakan beberapa hal, ya setengahnya memang agak ngotot sih, ini kayaknya gue bentar lagi ditoyor Tuhan pake teflon karena gue modelnya kejar-sampai-mampus begini. ampun ya Tuhan.. saya anak baik jangan diapa2in. saya panjang umur kan ya Tuhan? saya nanti nikah sama dia kan ya Tuhan? jadi ke Maldives kan ya Tuhan? amin.. *muka serius*

jadi, yakin aja ya sama apa yang sudah dicita2kan. bismillah, usaha, kejar terus, tapi jangan maksa. kalo gak dapet berarti bukan rejekinya. ya walaupun buat gue, gue akan garuk2 tanah depresyong sebelum bangkit dan ‘lari’ lagi buat ngejar apa yang gue inginkan itu. so far alhamdulillah bisa dapet hampir semuaπŸ™‚

universe will help us as long as we have a strong desire and determination in our mind and heart. mengutip kata mas2 sekseh di iklan L-Men: trust me, it works!πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s