persepsiku tentangmu? tak tahu ya..

warning: tulisan ini sarat materi curhat.

waktu semester 2 dulu, ada 1 mata kuliah di kampus gue, namanya Psikologi Umum 2. sebagaimana namanya, mata kuliah ini isinya adalah psikologi secara umum. masih luas banget. masih kulitnya doang.

nah, salah satu topik awal yang dibicarakan di kelas adalah mengenai sensasi dan persepsi.

persepsi adalah suatu proses di mana otak menginterpretasikan sensasi serta memberikannya order dan makna. sensasi sendiri adalah proses dimana reseptor sel yang dirangsang mengirimkan impuls saraf ke otak. kedua hal ini sulit untuk dipisahkan, karena sensasi terjadi dengan sangat cepat dan nyaris tanpa usaha menuju ke persepsi.

nah, singkat cerita, *kalau gue tulis lengkap itu sama aja dengan merangkum setengah chapter text book ke sini! ha!* ada dua cara ekspektansi memengaruhi persepsi kita sebagai manusia.

  1. ekspektansi berdasarkan perceptual set. maksudnya, manusia itu punya kerangka berpikir (perceptual set) yang menyiapkan kita untuk mempersepsikan suatu hal dengan cara tertentu. nah, kerangka berpikir ini membangkitkan ekspektansi yang kemudian mengarahkan persepsi kita.
  2. ekspektansi berdasarkan skema. pengetahuan umum yang dimiliki manusia tentang dunia ternyata juga membentuk ekspektansi lho.

kenapa tiba2 membahas ini? nah. ini yang sebenar2nya gue sembunyiin di balik teori. haha.. nggak ding, sebenarnya tadi pas mau curhat di sini eh tau2 keinget sama teori yang pernah gue pelajari. terus karena gue anaknya aplikatif banget ya, maka gue curhat aja pake teori. tsk tsk.. emak bapak gue nyekolahin gue mahal2 cuma biar anaknya bisa curhat pake teori. terharu gue. (lmao)

oke. jadi begini. gue sedang merasakan disonansi kognitif. buat yang nggak tau, disonansi kognitif itu artinya pemikiran gue *dan hati gue sik* sedang terguncang hebat akibat suatu hal yang gue alami dan sanggup menggoyahkan pendapat gue. bingung? intinya, gue lagi galau. hihi..

kenapa galau?

gue kasih contoh aja deh biar ga nyolong2 amat curhatnya. misalnya gue selama ini beranggapan bahwa si A itu baiiiiknya gak ketulungan. sempurna dunia akhirat banget deh kayaknya. pantas dijadikan idola dan panutan hidup segala macem. gue beranggapan seperti itu karena gue baru kenal dia dan selama ini dia menunjukkan yang baik2 dari dirinya ke gue. fakta itu kemudian menjadi kerangka berpikir dalam benak gue. oh si A ini maksimal banget baiknya. maka muncullah ekspektansi tertentu dalam benak dan hati gue. “oh, si A selamanya baik lho. gak mungkin banget dia buruk.” atau semacamnya.

tapi ketika kemudian gue mendapati bahwa sosok A ternyata doyan selingkuh, atau ternyata menggunakan obat2 terlarang. kan goncang dong ya kerangka berpikir gue tentang si A sebelumnya. jadinya malah males dan ilfil berat. terus akhirnya gue mempersepsikan si A sebagai orang yang total nyebelin. padahal dia ke gue masih baik2 aja.

nah intinya gue sedang ada di kondisi mirip seperti itu. maka gue jadi galau dan bimbang. harus bagaimana gue? should i stay, should i go.. lhoooo jadi nyanyi lagunya Varsity. hoho..

ya sudah, selamat malam minggu semuanya! have a nice weekend everybody.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s