telepati?

try reading this. gue malas menerjemahkannya. haha iya gue nyebelin emang. :p

There was this article by this biochemist that I read not long ago, and he was talking about how when a member of our species is born, it has a billion years of memory to
draw on. And this is where we inherit our instincts.
I like that. It’s like there’s this whole telepathic thing going on that we’re all a part of, whether we’re conscious of it or not. That would explain why there are all these, you know, seemingly spontaneous, worldwide, innovative leaps in science, in the arts. You know, like the same results poppin’ up everywhere independent of each other. Some guy on a computer, he figures something out, and then almost simultaneously a bunch of other people all over the world figure out the same thing.
They did this study. They isolated a group of people over time, and they monitored their abilities at crossword puzzles, right, in relation to the general population. And they secretly gave them a day old crossword, one that had already been answered by thousands of other people, right. And their scores went up dramatically, like 20 percent. So it’s like once the answers are out there, people can pick up on ’em.
It’s like we’re all telepathically sharing our experiences.
(Waking Life)

nah. kalimat terakhir itu yang menjadi pemikiran gue 2 hari ini.

gue itu kadang suka terkoneksi sama orang yang lagi ikrib sama gue. bingung ya? oke, gini gini.. gue itu kalau lagi dekat sama seseorang biasanya memberikan lebih dari 80% atensi dan afeksi gue. in return, i get this kind of experience.

dulu waktu gue lagi menata pertemanan kembali sama Onye, gue suka bisa ngerasa apa yang dia rasa. mungkin karena udah lama temenan dan dia jauh kali ya.. kayak misalnya waktu itu tiba2 gue kangeeeen banget sama dia dan kepikiran terus. gue nulis deh di jurnal gue sama dia, mempertanyakan kabar dia, is he okay? gak sakit kan? dsb. besoknya gue smsan atau chat gitu sama dia di Y!M. bener aja dia lagi sakit ternyata. huh..
kalo sama Onye kadang2 suka gitu. suka tiba2 keinget dan pas ngobrol taunya dia lagi bad mood atau ada masalah. hh.. Nye, kelamaan sobatan ini kita. haha..

terus waktu calondokter kecelakaan dan tangannya patah. beberapa waktu sebelumnya gue suka mimpi dia kecelakaan. tapi ya gak gue pikirin sih. paling cuma mimpi. haha.. nah terakhir gue ketemu dia sebelum kecelakaan itu, gue rasanya berat banget ngelepas dia pulang. again, gue tidak berpikir yang macam2. di hari dia kecelakaan itu dari pagi gue gelisaaaah banget. ternyata bener feeling gue yang ga enak itu. dia kecelakaan.
tapi hal kayak gini gak bertahan lama. beberapa waktu kemudian gue udah gak bisa kayak gini lagi sama dia. yeah, seiring dengan merenggangnya hubungan *apa sih bahasa gue*, gue gak sensitif lagi. sabodo teuing lah ya.. haha..

sama mas Kepo, kayak yang kemarin gue tulis di blog itu. lagi mikirin dia di mana tau2 dia ngasih kabar. tadi abis makan gue ngecek HP, ternyata dia sms. bilang lagi kepedesan. at the same time, gue lagi kembung sekembung2nya karena kepedesan. apa coba kata dia? kekuatan cinta. yiuuuk.. dangdut amat ya masnya..😀

apa yang mau gue tekankan di sini bukan pada cinta2annya, but about how human mind works. di film Waking Life yang gue kutip dialognya itu sebenarnya lagi membicarakan tentang collective memory. tapi kalau begitu apa pengalaman gue itu bisa dikategorikan sebagai collective memory? rasanya sih nggak. berarti harusnya ada penjelasan lain dong ya. karena gue sendiri gak mau meyakini pengalaman gue itu hanya dari segi metafisik bin klenik bin supranatural apalah you name it.

mungkin gini ya, ketika seseorang terikat dengan orang lain, secara psikologis orang itu membagi dirinya dengan si orang lain tadi. not physically, but mentally. dan hal ini terjadi di luar kesadaran *teori Freud oy, di mana porsi unconsciousness jauh lebih besar dari porsinya conscious*. nah ketika ikatan itu semakin kuat, maka porsi diri dan mind yang kita bagi menjadi lebih besar. itu mungkin yang mendasari terjadinya telepati dan teman2nya itu.

kayak tadi pagi nih, gue sama nyokap nonton TV. gue udah pengen komentar, kata2 udah tersusun rapi, tinggal diomongin. tau2 nyokap gue komentar sama persis kata2nya dengan yang gue rencanain. terus waktu nonton acara lain, gue dan nyokap ngeliat dan ngebaca tulisan yang sama dari sekian tulisan yang ditayangin. how come? bisa dikatakan sebagai collective memory? atau sekadar collective experience? oke, istilah yang kedua itu karangan gue semata. haha..

ada yang bisa membantu memberi penjelasan? 2 taun lebih deh sejak gue ngobrol sama dosen gue tentang ini dan masih belum terjawab pertanyaannya. akhirnya gue mengarang2 jawaban sendiri. hahaha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s