3 words

Pernah gak sih terpikir bahwa buat sebagian orang *dan mungkin kita juga*, mengatakan hal kecil kayak “terima kasih”, “maaf”, dan “tolong” itu susah banget?

  1. TERIMA KASIH

    Misalnya nih, di kampus gue kan alat transportasi massalnya adalah bus kuning a.k.a. BIKUN yang melegenda itu. Nah, karena gue gak bayar alias itu fasilitas dari kampus, bukan berarti gue bisa semena2. Ada peraturan gak tertulis bahwa kalo mau turun bikun kudu bilang “terima kasih” sama supirnya. Tapi makin lama gue liat peraturan itu makin dilanggar. Banyak orang yang turun tapi gak bilang terima kasih. Gue rasa supirnya juga gak butuh ucapan itu dari penumpangnya, karena dia udah digaji sama universitas buat nyupir bikun sekian belas rit dalam sehari. Tapi sepatutnya sih sebagai mahasiswa yang katanya berakal, cerdas, kritis, dan penerus bangsa ini membiasakan diri buat bilang terima kasih.

    Supir bikun memang hanya supir, tapi apa lantas kita pilih2 untuk ngucapin terima kasih? Well, gak ada yang pernah tau ke depannya nasib kita akan seperti apa. Mana tau 15 taun dari sekarang *amit2* kita jatuh miskin dan hanya mampu cari duit dari jadi supir? Kalo udah jatoh gitu mungkin baru berasa bahwa gak enak jadi pihak yang diremehkan. Lagian, apa susahnya sih bilang terima kasih doang? Itu emang gak nambah banyak uang kita, gak bikin kita ranking atau naik IP-nya, tapi 1 ucapan terima kasih bisa mencerahkan hati seseorang yang sudah membantu kita dengan ikhlas🙂

  2. MAAF

    Kejadian ini baru terjadi beberapa hari yang lalu. Pelakunya seorang ibu yang berbadan besar di angkot. Korbannya? Saya tentunya. Hehe.. Jadi si ibu ini naik, karena sempit dia menyumpel2kan tubuh besarnya di antara penumpang yang udah kayak sarden. Udah duduk pun dia masih grasa-grusu heboh bener, sampai akhirnya dagu gue kesikut sama dia. Not a big deal, karena gak sampai sakit banget. Ibu2 ini liat kalo dia nyikut gue barusan, dan tebak apa yang dia lakukan? MELENGOS. Yap, melengos, instead of minta maaf. Wah, kacau pisan. Pengen gue cekokin pisang ijo saat itu juga rasanya. Tapi gue berusaha tenang dan mikir, “Mungkin ibu ini luarnya doang keliatan well-educated, tapi dalemnya ya dusun banget sampai2 buat ngomong maaf aja gak bisa. Atau jangan2 dia merasa kasta dia jauh di atas gue makanya gak mau minta maaf. Ah, kasta tinggi kok naik angkot? Haha..”

    Yah, pada akhirnya gue berusaha maklum, ada banyak orang yang mengaku berpendidikan, bermoral baik, sopan, dan tau tata karma tapi buat bilang 1 kata maaf aja pelitnya kayak disuruh bayar pajak😀

  3. TOLONG

    “Eh, ambilin dong!”, “Cariin ini ya!” Sering ya 2 kalimat model begitu kita denger di mana2. Kayaknya sih singkat, tapi kalo ditambahin 1 kata tolong pasti akan lebih manis didengar. “Eh, tolong ambilin dong!” atau “Tolong cariin ini ya!” Perubahan susunan kata dalam kalimatnya gak berubah secara signifikan, tapi maknanya berubah.

    Apa susahnya sih menambahkan kata tolong saat kita minta bantuan? Orang yang dimintain bantuan akan merasa lebih dihargai, mereka juga jadi respek sama kita karena gak melihat kita sebagai orang yang bossy dan tukang perintah2. Dengan 1 kata tolong, permintaan paling nyebelin akan terdengar lebih menyenangkan. Misalnya, “Tolong panjatin pohon kelapa dong, cariin kelapa yang paling muda, tapi harus dari pohon yang paling tinggi. Tolong banget yaaa..” Well? Sounds nice, right? RIGHT?! Haha maksa gue :p

Nah, berdasarkan hasil ngobrol2 gue dengan sekian teman, ternyata emang 3 kata itu yang paling susah buat diomongin. Yuk deh kita berefleksi, sudah bisakah kita menggunakan 3 kata itu dalam percakapan sehari2 tanpa beban dan rasa terpaksa? Kalo belum, hayooo dicari tau kenapa😀

Oh, by the way, terima kasih ya yang sudah baca blog ajaib gue! Semoga apa yang gue tulis bisa mencerahkan hari atau mungkin memberi inspirasi. Kalo tetep gak bisa, yea, boleh klik alt+F4 lh! Hihi..

4 thoughts on “3 words

  1. bener. susah emang ngebiasain.
    kita tadinya juga gak ngeh sampe kita ngeliat kok susah banget ya ngajarin andrew untuk ngomong 3 kata itu. dan setelah introspeksi, ternyata karena kita sendiri jarang ngomong 3 kata itu. jadi jelas aja si andrew juga gak mau ngomong 3 kata itu.

    yah sekarang kita sama2 ngebiasain diri dah….

  2. Likely This !! Alhamdulillah so far udah bisa mengatakan the magic ‘three words’…..malah yah pernah, tmn yg minta tolong hrsnya doi yg say thanks ini malahan aku-nya yang say thanks, mpean ditegur balik ‘salah’ ehehee

    • hihi iya mba.. kadang2 aku juga suka gitu. reflek bilang makasih padahal temenku yg minta tolong. udahannya suka dijitak, “kebalik!” hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s